Pelatih Paris Saint-Germain Luis Enrique berhasil menyamai rekor para pelatih legendaris Eropa setelah timnya mempertahankan gelar juara Liga Champions di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, pada Ahad (31/5/2026) dini hari WIB.
Kemenangan lewat adu penalti dengan skor 4-3 atas Arsenal tersebut mengantarkan Luis Enrique mengoleksi tiga trofi Liga Champions sepanjang karier kepelatihannya. Catatan impresif ini membuat juru taktik asal Spanyol itu kini sejajar dengan nama-nama besar seperti Bob Paisley, Pep Guardiola, Carlo Ancelotti, dan Zinedine Zidane yang juga mengoleksi tiga trofi serupa.
Keberhasilan ini sekaligus mengukir sejarah baru bagi sepak bola Prancis karena PSG menjadi klub pertama dari negara tersebut yang mampu menjuarai kompetisi tertinggi Eropa dalam dua musim berturut-turut. Selain itu, Les Parisiens tercatat sebagai tim kedua pada era modern yang mampu mempertahankan gelar juara setelah Real Madrid melakukannya pada periode 2016 hingga 2018.
Dalam pertandingan penentuan tersebut, drama adu penalti harus dilakukan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak tambahan waktu berakhir. Kiper PSG tampil gemilang dengan menghalau tendangan penalti dari dua pemain Arsenal, Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes, sementara dari kubu PSG hanya Nuno Mendes yang gagal mengeksekusi penalti.
Meskipun meraih kemenangan bersejarah, sang manajer mengakui bahwa jalannya pertandingan final kali ini memberikan tekanan yang jauh lebih berat bagi skuad asuhannya dibandingkan dengan partai puncak musim lalu.
"Lebih sulit dari tahun lalu karena kami tahu sebelum pertandingan betapa sulitnya bermain melawan Arsenal," kata Enrique kepada Canal+ seusai pertandingan.
Kemenangan di tengah tekanan besar sebagai juara bertahan ini sekaligus membuktikan keberhasilan Luis Enrique dalam membangun soliditas tim pasca-berakhirnya era pemain bintang di Paris Saint-Germain. Pasukan Les Parisiens kini dijadwalkan merayakan kepulangan mereka ke Paris dengan status sebagai kekuatan utama sepak bola Eropa saat ini.