Pertandingan final Liga Champions 2025/2026 antara Paris Saint-Germain melawan Arsenal dinilai bakal berlangsung sengit tanpa kehadiran tim yang lebih diunggulkan. Penegasan tersebut disampaikan oleh pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, menjelang laga puncak yang akan digelar di Stadion Puskas Arena, Budapest, pada Sabtu, 30 April pukul 23.00 WIB, sebagaimana dilansir dari Medcom.
Status Paris Saint-Germain sebagai juara bertahan kompetisi tidak membuat sang pelatih merasa timnya berada di atas angin. Skuad asal Prancis tersebut memiliki ambisi besar untuk mempertahankan trofi bergengsi setelah pada laga final musim lalu sukses menumbangkan Inter Milan lewat keunggulan telak lima gol tanpa balas.
Luis Enrique menyatakan bahwa karakteristik laga final selalu berbeda dan hasil yang sudah lewat tidak bisa dijadikan tolok ukur. Faktor kesiapan mental dan kemampuan mengelola tekanan tinggi disebut menjadi aspek krusial yang akan menentukan hasil akhir di lapangan.
"Di final ini, saya rasa tidak ada favorit. Kita harus memanfaatkan detail-detail kecil dan tetap fokus selama 90 menit penuh," ujar Luis Enrique, Pelatih Paris Saint-Germain.
Persiapan skuad Les Parisiens dikabarkan berjalan optimal seiring dengan analisis mendalam yang telah dilakukan terhadap kekuatan Arsenal. Luis Enrique menyebut motivasi para pemainnya saat ini justru jauh lebih berlipat ganda demi mengamankan gelar juara untuk kedua kalinya secara berturut-turut.
"Selalu ada banyak ketegangan dan antisipasi seputar pertandingan seperti ini. Kita harus tahu bagaimana menangani momen-momen ini, itu sangat penting," lanjut Luis Enrique, Pelatih Paris Saint-Germain.
Meskipun persiapan teknis berjalan lancar, evaluasi berkala tetap dilakukan untuk menyempurnakan strategi permainan. Sang pelatih mengharapkan kualitas permainan terbaik dari anak asuhnya agar mampu mengamankan kemenangan dalam pertandingan penentu tersebut.
"Motivasi ini bahkan lebih besar daripada motivasi untuk memenangkan yang pertama. Kami adalah juara bertahan," kata Luis Enrique, Pelatih Paris Saint-Germain.
Tim pelatih Paris Saint-Germain terus mengasah fokus pemain agar tidak kehilangan momentum penting selama laga berjalan. Pembenahan taktik pada sektor penyerangan maupun pertahanan terus dikebut guna menghadapi skema permainan dari wakil Inggris.
"Besok, saya mengharapkan final Liga Champions yang hebat. Tim yang memainkan sepak bola terbaik akan menang, saya yakin akan hal itu," tegas Luis Enrique, Pelatih Paris Saint-Germain.
Selain tuntutan taktis, para pemain juga diminta untuk tetap tenang dan menikmati atmosfer pertandingan akbar Eropa ini. Kesempatan tampil di partai puncak kompetisi tertinggi antarklub Eropa dipandang sebagai momen langka yang harus dimanfaatkan dengan maksimal.
"Kita masih bisa meningkatkan permainan menyerang dan bertahan kita, itulah mengapa kita berlatih. Mengetahui cara menghadapi final selalu berbeda," jelas Luis Enrique, Pelatih Paris Saint-Germain.
Pertemuan kedua tim di Puskas Arena diprediksi menghadirkan intensitas tinggi karena ambisi besar masing-masing klub untuk mengukir sejarah baru. Pertandingan ini diproyeksikan menjadi pembuktian taktik antara dua kekuatan utama sepak bola Eropa musim ini.
"Besok, kita perlu memanfaatkan pertandingan seperti ini sebaik mungkin, karena kita tidak pernah tahu kapan kita akan bermain di final Liga Champions lagi," pungkas Luis Enrique, Pelatih Paris Saint-Germain.