Kondisi infrastruktur olahraga di tingkat akar rumput Indonesia mendapat sorotan tajam dari penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes.
Kiper skuad Garuda ini mengungkapkan rasa prihatinnya setelah menyaksikan langsung keterbatasan sarana sepak bola di kawasan pemukiman penduduk, seperti dilansir dari Suara.
Kekhawatiran Paes muncul usai dirinya menyempatkan diri bermain bersama anak-anak di lingkungan tersebut dan melihat risiko kesehatan yang mereka hadapi.
Maarten Paes mengamati banyak talenta muda yang terpaksa mengolah si kulit bundar tanpa perlengkapan yang memadai, termasuk penggunaan alas kaki yang tidak standar.
Kondisi lapangan yang buruk ditambah ketiadaan sepatu bola yang layak menyebabkan beberapa anak mengalami luka hingga tidak mampu melanjutkan permainan.
"Sayangnya, banyak anak bermain dengan sandal, dan beberapa tidak bisa melanjutkan karena cedera di kaki mereka," kata Maarten Paes.
Meskipun sarana terbatas, Paes mengaku tetap terkesan dengan bakat alamiah yang dimiliki anak-anak Indonesia dalam bermain sepak bola.
Ia menegaskan bahwa dukungan fasilitas yang lebih baik menjadi syarat mutlak jika Indonesia ingin mengoptimalkan potensi besar dari para bintang masa depan tersebut.
"Kita harus segera meningkatkan fasilitas untuk melatih bintang masa depan," ujar Paes.
Kesenjangan kualitas antara fasilitas yang dimiliki klub profesional dengan lapangan publik di tengah masyarakat dinilai masih sangat lebar.
Perbaikan standar sarana olahraga di tingkat lingkungan sangat diperlukan agar proses pembinaan usia dini dapat berjalan secara maksimal.
Paes memandang penguatan fondasi di level akar rumput sebagai langkah krusial agar Indonesia mampu bersaing lebih kompetitif di kancah internasional.
Tanpa adanya intervensi serius pada infrastruktur dasar, terdapat kekhawatiran besar bahwa bakat-bakat muda tidak akan berkembang secara optimal.
Maarten Paes berkomitmen untuk terus menyuarakan urgensi renovasi dan pengadaan fasilitas olahraga yang aman serta layak bagi anak-anak Indonesia.