Gelombang protes besar sedang menghantam internal raksasa Liga Spanyol, Real Madrid, setelah para pendukung setia klub tersebut meluapkan kekecewaan mereka secara terbuka. Kelompok suporter yang dikenal dengan sebutan Madridista dilaporkan telah meluncurkan petisi daring guna mendesak kepergian Kylian Mbappe dari Santiago Bernabeu.
Dikutip dari Bola, langkah drastis ini merupakan bentuk keresahan atas merosotnya tingkat profesionalisme penyerang asal Prancis tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Hingga saat ini, petisi yang digalang melalui platform Replit itu dikabarkan telah mengumpulkan hampir 2 juta tanda tangan dukungan.
Kemarahan publik dipicu oleh beredarnya foto-foto Kylian Mbappe yang tengah menikmati liburan di atas kapal pesiar mewah serta restoran di media sosial. Hal yang menjadi sorotan tajam adalah momen relaksasi tersebut dilakukan di tengah periode sang pemain seharusnya fokus menjalani proses pemulihan cedera.
Situasi memanas ini sebenarnya menjadi puncak dari serangkaian kontroversi yang menyelimuti mantan pemain andalan PSG tersebut sejak mendarat di Madrid. Sebelum isu liburan mencuat, ia sempat dilaporkan terlibat ketegangan dengan jajaran staf kepelatihan saat sesi latihan menjelang laga melawan Real Betis pada akhir April lalu.
Kondisi internal yang tidak kondusif ini kian diperparah dengan torehan performa tim yang dinilai jauh dari harapan sepanjang musim berjalan. Los Blancos kini terancam mengakhiri musim tanpa raihan gelar bergengsi setelah dipastikan tersingkir dari ajang Liga Champions dan Copa del Rey.
Di kompetisi domestik, posisi Real Madrid juga tidak berada dalam kondisi ideal untuk memperebutkan mahkota juara. Mereka saat ini tertinggal dengan selisih jarak yang cukup lebar, yakni 11 poin, dari rival bebuyutan mereka, Barcelona, yang masih kokoh di puncak klasemen Liga Spanyol.
Pembelaan dari Pihak Pemain dan Respon Alvaro Arbeloa
Menanggapi tekanan publik yang terus meningkat, pihak perwakilan sang pemain segera mengeluarkan klarifikasi resmi untuk meredakan situasi. Momen krusial ini terjadi menyusul interaksi Kylian Mbappe dengan wasit saat laga melawan Girona FC pada 10 April 2026 lalu di Santiago Bernabeu.
Pihak manajemen sang penyerang menegaskan bahwa narasi yang berkembang di tengah masyarakat telah dibesar-besarkan secara berlebihan. Mereka memastikan bahwa seluruh protokol penyembuhan cedera tetap berjalan disiplin di bawah pengawasan ketat tim medis klub.
"Sebagian kritik tersebut berasal dari interpretasi berlebihan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan masa pemulihan yang dikelola secara ketat oleh klub," bunyi pernyataan perwakilan Mbappe kepada AFP.
"Itu tidak mencerminkan kenyataan tentang komitmen dan kerja keras Kylian setiap hari untuk tim," lanjutnya.
Di tengah situasi yang bergejolak, pelatih Alvaro Arbeloa memberikan perspektif yang lebih diplomatis terkait kehidupan pribadi anak asuhnya di luar lapangan hijau. Meski memberikan ruang privasi, Arbeloa tetap mengingatkan nilai dasar yang harus dijunjung setiap pemain yang membela panji Madrid.
"Setiap pemain melakukan apa yang dianggapnya tepat di waktu luangnya," kata Arbeloa.
"Itu bukan urusanku. Kami tidak membangun Real Madrid dengan pemain yang mengenakan tuksedo."
"Namun, dengan pemain yang menyelesaikan pertandingan dengan kaus mereka berlumuran keringat dan lumpur, berkat usaha, pengorbanan, dan konsistensi mereka," tutur sang pelatih menambahkan.