Madura United bakal melakoni laga hidup mati melawan PSM Makassar pada pekan ke-34 Super League di Stadion Gelora Bangkalan, Sabtu (23/5/2026) pukul 16.00 WIB, guna mempertahankan posisi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Klub berjuluk Laskar Sape Kerrab tersebut saat ini menduduki peringkat ke-15 klasemen sementara dengan perolehan 32 poin, hasil dari delapan kemenangan, delapan hasil imbang, dan 17 kekalahan. Posisi ini berada di batas aman akhir dari zona degradasi.
Ancaman datang dari Persis Solo yang berada di peringkat ke-16 dengan raihan 31 poin. Jika Madura United meraih hasil imbang atau kalah dan di saat yang sama Persis menang atas Persita Tangerang, Madura United akan terdegradasi karena kalah rekor pertemuan dari Laskar Sambernyawa.
Sebaliknya, PSM Makassar yang berada di peringkat ke-14 dengan 34 poin sudah dipastikan aman dari degradasi berkat keunggulan head to head atas Persis Solo. Rekor pertemuan keseluruhan kedua tim menunjukkan kekuatan seimbang dengan masing-masing mengemas tiga kemenangan dan satu hasil imbang dalam tujuh duel terakhir.
Pengamat sepak bola nasional Erwin Fitriansyah menilai performa Madura United tengah dalam posisi yang sangat rawan menjelang laga pamungkas musim ini.
"Bahaya ini bisa degradasi, secara tren meskipun laga sebelumnya PSM kalah lawan Persib tapi mainnya menurut saya mereka kecolongan di menit akhir," kata Erwin kepada Kompas.com.
Menurut Erwin, penurunan performa Laskar Sape Kerrab tidak lepas dari kendala luar lapangan, seperti pergantian jajaran pelatih dan masalah finansial jika dibandingkan dengan musim-musim sebelumnya.
"PSM bermain bagus di akhir-akhir kompetisi ini. Beda dengan Madura United yang sebelumnya kalah 1-3 dari Bhayangkara FC dan PSIM 1-2," imbuh Erwin.
Erwin menambahkan bahwa situasi nonteknis ikut memengaruhi stabilitas tim sepanjang kompetisi berjalan.
"Non teknisnya terlalu banyak, selain musim ini pergantian sejumlah pelatih, sebelum itu bos nya juga sempat tersandung kasus. Mungkin kekuatan finansialnya tidak seperti ketika masuk semifinal Championship lawan borneo beberapa musim lalu," ujar Erwin menambahkan.
Kondisi finansial yang berbeda dinilai membuat Madura United tidak seagresif dahulu dalam mendatangkan pemain-pemain berkualitas bintang.
"Itu masa-masa prime-nya Madura ya menurut saya. Banyak beli pemain bagus, sekarang kayanya tidak seperti itu lagi makanya penampilannya tidak terlalu bagus seperti dulu gitu," sambungnya.
Di samping itu, jurnalis senior olahraga tersebut mengomentari jalannya pertandingan lain pada pekan terakhir yang mempertemukan Arema FC melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Kanjuruhan.
"Arema FC lawan PSIM ini seru karena PSIM ini meskipun klub promosi seru juga menurut saya tidak gampang dikalahkan," ujar Erwin.
Pertandingan penutup kompetisi musim ini juga menyajikan beberapa laga penting lain seperti Persebaya Surabaya melawan Persik Kediri, Borneo FC menjamu Malut United, serta laga penentuan gelar juara antara Persib Bandung melawan Persijap Jepara.