Maja Chwalińska Menembus Final Roland Garros dan Gandeng Sponsor Baru

Maja Chwalińska Menembus Final Roland Garros dan Gandeng Sponsor Baru

Petenis putri Polandia Maja Chwalińska berhasil menembus babak final turnamen grand slam Roland Garros di Paris setelah memenangkan sembilan pertandingan berturut-turut sejak babak kualifikasi. Keberhasilan luar biasa ini langsung menarik minat perusahaan asal Polandia, Oshee, untuk menjadi sponsor resminya.

Dilansir dari Sportowe Fakty, Chwalińska memulai perjalanannya dari babak kualifikasi dengan mengalahkan Alice Rame, Carole Monnet, dan Suzan Lamens. Pada babak utama, ia menumbangkan Qinwen Zheng, Elise Mertens, Maria Sakkari, Diane Parry, Anna Kalinskaya, hingga Diana Shnaider pada Kamis, 4 Juni 2026.

Prestasi tersebut membawa Chwalińska ke babak final untuk menghadapi unggulan kedelapan asal Rusia, Mirra Andreeva. Pertandingan pamungkas ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 6 Juni 2026, tidak sebelum pukul 15:00 waktu setempat, sebagaimana dilaporkan oleh Polsat Sport.

Kesuksesan di Prancis ini juga langsung membuahkan kerja sama sponsorship baru dengan Oshee. Perusahaan tersebut bahkan bergerak cepat memperpanjang akomodasi hotel di Paris untuk Chwalińska dan kedua orang tuanya setelah mendengar wawancara sang petenis.

Kerja sama ini diumumkan secara resmi melalui sebuah pernyataan tertulis dari pihak manajemen merek tersebut.

"Kilka dni temu rezerwowaliśmy hotel. Dziś rezerwujemy miejsce w teamie Oshee. Niektóre historie piszą się same. Cieszymy się, że możemy wspierać Maję Chwalińską w realizacji kolejnych marzeń. MAJA, HYDRATE YOUR DREAMS WITH OSHEE!" ujar pihak Oshee.

Di balik kegemilangannya saat ini, perjalanan karier Chwalińska dipenuhi rintangan berat. Melalui laporan Plejada, pelatih Jaroslav Machovsky mengenang awal mula kerja sama mereka pada tahun 2020 setelah diperkenalkan oleh manajer Piotr Szczypka.

Machovsky melihat ada bakat istimewa di dalam diri Chwalińska meskipun gaya permainannya saat itu cenderung lambat.

"Widziałem w niej potencjał. Kiedy rozmawiałem z osobami dookoła niej, każdy mi powtarzał, że to po prostu dobra zawodniczka. Coś w niej było. Poza tym widziałem to, co w Bielsku-Białej zbudował Piotr. Cały ten projekt mnie zaciekawił. Pomyślałem więc: "Czemu nie?" I zdecydowałem się na współpracę" kata Jaroslav Machovsky.

Namun, setelah itu Chwalińska harus menghadapi rentetan cedera pergelangan tangan, kerusakan saraf ulanris saat bertanding ke Argentina, hingga masalah kesehatan mental. Ekspektasi tinggi yang tidak dibarengi kestabilan fisik membuatnya terjebak wujud ambisi berlebih.

Machovsky mengungkapkan bahwa sang atlet kerap berlatih terlalu keras dan mengabaikan saran dari tim pelatih setiap kali mengalami kekalahan.

"Myślę, że nie była przygotowana na to wszystko. Do tego doszły problemy z nadgarstkiem, później depresja... Mimo tego, że tak to się wszystko układało, jej oczekiwania względem wyników i progresu były bardzo wysokie" tutur Jaroslav Machovsky.

Situasi semakin memburuk ketika Chwalińska terinfeksi Covid-19 dan harus menjalani isolasi ketat yang memisahkan mereka. Cedera fisik yang parah membuat raket tenisnya sampai terlepas dari genggaman tangan saat mencoba kembali bermain.

Momentum traumatis tersebut menjadi pemicu utama munculnya gangguan depresi sebelum akhirnya ia bangkit menuju kualifikasi Paris dan Wimbledon.

"Kiedy przyjechaliśmy, zaczęła mimo wszystko grać i... dostała covid. Zamknęli ją w izolacji. Mogliśmy ze sobą rozmawiać tylko przez okno. To wtedy powiedziała mi, że nie czuje trzech palców. Przestraszyłem się, bo początkowo myślałem, że to nic poważnego. Kiedy wróciła, chciała grać. Bolał ją łokieć, nie czuła trzech palców, więc rakieta wylatywała jej z ręki. To był dla niej cios. Jakoś to zaleczyliśmy, graliśmy eliminacje w Paryżu, a później Wimbledon. I wtedy nastała depresja" jelas Jaroslav Machovsky.

Artikel terkait

Rekomendasi