Tim nasional Malaysia U-19 menargetkan lolos ke babak semifinal dalam turnamen Piala AFF U-19 2026 yang akan diselenggarakan di Medan, Sumatra Utara, pada 1 hingga 14 Juni 2026. Skuad asuhan pelatih Nafuzi Zain ini tergabung di Grup B bersama Thailand, Singapura, dan Brunei Darussalam.
Kekuatan Harimau Malaya Muda bertumpu pada 23 pemain pilihan yang didominasi oleh 15 pilar asal klub Johor Darul Ta'zim, termasuk penyerang Arayyan Hakeem Norizam. Selain itu, lini pertahanan dan tengah mereka mendapat suntikan tenaga dari dua pemain yang berkarier di luar negeri, yakni Pravinash serta putra dari Bojan Hodak, Luka Jordy Hodak.
Ajang di Medan ini sekaligus dimanfaatkan sebagai simulasi strategis menjelang Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 di Laos pada akhir Agustus mendatang. Pelatih Malaysia U-19, Nafuzi Zain menilai turnamen dengan tensi tinggi seperti ini sangat dibutuhkan untuk menguji kesiapan mental bertanding para pemain muda.
"Turnamen seperti ini adalah wadah yang sangat dibutuhkan para pemain kami untuk terus berkembang," ujar Nafuzi Zain, Pelatih Malaysia U-19 dilansir dari The Star.
Pihak kepelatihan saat ini fokus menjaga konsistensi performa Adam Hakimi Zaki dan rekan-rekannya agar peluang lolos ke fase gugur tetap terbuka. Malaysia memiliki rekam jejak yang konsisten di Indonesia, termasuk saat finis di peringkat keempat pada edisi 2024 setelah kalah adu penalti melawan Australia.
Pemanggilan Luka Jordy Hodak yang kini bermain untuk tim muda NK Trnje FC di Liga Kroasia turut memicu perhatian besar. Mantan pelatih kepala Persib Bandung, Bojan Hodak mengaku bangga atas pencapaian putranya yang lahir di Damansara tersebut, namun ia menegaskan sang anak tetap harus berjuang atas dasar prestasi.
"Tentu saja, Anda merasa bangga ketika anak Anda dipanggil ke tim nasional, tetapi ia masih perlu membuktikan dirinya," tutur Bojan Hodak dikutip dari The Star.
Bojan Hodak baru saja mengundurkan diri sebagai pelatih kepala Persib setelah membawa klub meraih hattrick juara Liga Indonesia, dan kini menempati posisi baru sebagai shareholder group technical advisor. Terkait posisi anaknya di tim nasional, pria berusia 55 tahun tersebut tidak menginginkan adanya perlakuan khusus.
"Saya tidak ingin siapa pun memandangnya berbeda. Dia hanyalah salah satu pemain di sana," lanjut pelatih berusia 55 tahun.
Luka Hodak yang baru berusia 17 tahun memiliki pengalaman menimba ilmu di lingkungan sepak bola Kroasia seperti Kustosija U-17, NK Ponikve, dan NK Zagreb U-17. Sang ayah menekankan bahwa persaingan di dalam tim harus berjalan secara adil dan objektif.
"Jika dia cukup bagus, dia akan berada di tim. Jika dia tidak cukup bagus, maka dia tidak akan berada di tim. Saya tidak ingin ada yang menekannya atau memberinya hak istimewa karena dia adalah putra saya," kata Bojan Hodak.
Meskipun bertubuh relatif lebih kecil dan setahun lebih muda dari mayoritas pemain di skuad U-19, pemanggilan ini dinilai menjadi momentum perkembangan fisik yang baik bagi sang pemain. Kejuaraan ini menjadi kesempatan berharga untuk mematangkan performa di level internasional.
"Dia sedikit terlambat dalam perkembangan dan masih bertubuh kecil. Dia juga satu tahun lebih muda dari pemain lain di skuad U-19, jadi ini akan menjadi pengalaman yang bagus untuk masa depannya," pungkasnya.
Malaysia mencatatkan performa yang cukup stabil sepanjang keikutsertaan mereka dalam turnamen regional ini, terutama saat kompetisi digelar di Indonesia.
| Pencapaian | Tahun / Edisi | Keterangan |
|---|---|---|
| Juara | 2018, 2022 | Diraih saat turnamen digelar di Indonesia. |
| Runner-up | 6 Kali | Menunjukkan konsistensi Malaysia di partai final. |
| Peringkat Keempat | 2024 | Kalah dalam babak adu penalti melawan Australia. |
Sementara itu, Indonesia selaku tuan rumah turnamen menempati Grup A bersama Vietnam, Myanmar, dan Timor Leste dalam kompetisi yang diikuti total 11 negara peserta ini.