Klub sepak bola Malmo bersiap menjamu Halmstads BK di Stadion Eleda pada hari Sabtu, 30 Mei 2026, dalam lanjutan kompetisi Allsvenskan setelah memecat manajer Miguel Angel Ramirez akibat performa buruk belakangan ini.
Dilansir dari Sportsmole dan Sumutpost, Malmo kini tertahan di peringkat ke-12 klasemen sementara dengan koleksi tiga kemenangan dari sembilan laga pembuka, sementara tim tamu membayangi di posisi ke-15.
Pemecatan Miguel Angel Ramirez dipicu oleh kekalahan tragis Malmo dari Vasteras dengan skor 3-2 pada hari Minggu lalu, yang membuat klub tanpa kemenangan dalam empat laga terakhir dan kebobolan 13 gol.
Manajer asal Spanyol tersebut didepak setelah hanya mencatatkan enam kemenangan dari 15 pertandingan di semua kompetisi sejak ditunjuk pada Januari, sehingga posisi pelatih kini diambil alih oleh duet interim Guillermo Molins dan Mario Chavez.
Meskipun Malmo tercatat sebagai klub paling sukses di Swedia dengan rekor 24 gelar juara liga, performa mereka merosot sejak terakhir kali memenangi Allsvenskan pada tahun 2024 dan finis tertinggal 26 poin dari sang juara, Mjallby, musim lalu.
Di kubu lawan, Halmstads BK baru saja meraih poin penuh pertama mereka akhir pekan lalu melalui kemenangan 2-0 atas Orgryte berkat gol Rocco Ascone dan Ludvig Arvidsson.
Hasil positif tersebut didapat di bawah arahan manajer baru berusia 72 tahun, Stuart Baxter, yang ditunjuk menggantikan Johan Lindholm setelah awal musim buruk berupa empat kekalahan dan dua imbang dalam enam laga perdana.
Statistik pertemuan menunjukkan Halmstads BK belum pernah mengalahkan Malmo dalam 26 bentrokan terakhir di semua ajang, dengan kemenangan terakhir mereka terjadi pada tahun 2008 silam.
Menjelang laga ini, tuan rumah dipastikan tampil tanpa wakil kapten Pontus Jansson yang mengalami cedera ligamen sejak April, kapten Anders Christiansen yang absen, serta Taha Ali yang harus membela timnas Swedia untuk persiapan Piala Dunia.
Sebaliknya, Halmstads BK diprediksi mempertahankan komposisi pemain mereka dengan menduetkan Ludvig Arvidsson dan Omar Faraj di lini depan, dibantu oleh pergerakan Hussein Carneil serta Marvin Illary di sektor sayap.