Krisis kelengkapan pemain membayangi persiapan Malut United menjelang laga tandang krusial pada pekan ke-34 kompetisi Super League 2025-2026. Laskar Kie Raha dipastikan kehilangan delapan pilar utama saat menghadapi Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda.
Pertandingan pamungkas musim ini bakal diselenggarakan pada Sabtu (23/5/2026) pukul 16.00 WIB. Pertemuan tersebut menjadi momentum terakhir bagi kedua tim untuk mengamankan poin maksimal di papan atas klasemen.
Dikutip dari Bola, Malut United saat ini menduduki peringkat kelima klasemen sementara dengan torehan 53 poin. Posisi mereka ditempel ketat oleh Dewa United di peringkat keenam yang mengoleksi poin sama, namun Malut United unggul dalam catatan head-to-head.
Penyerang senior Malut United, David Da Silva, meminta rekan-rekan setimnya untuk tampil tanpa beban. Kehadiran juru gedor asal Brasil ini menjadi tumpuan utama lini serang tim dalam lawatan ke markas Pesut Etam.
“Kami akan memberikan penampilan terbaik dan menjalankan game plan yang disiapkan pelatih,” ungkapnya dalam rilis yang diterima.
“Saya harap semua pemain bisa menikmati pertandingan besok,” lanjut eks pemain Persib Bandung itu.
Pernyataan tersebut disampaikan David Da Silva dalam sesi konferensi pers menjelang pertandingan kontra Borneo FC pada Jumat (22/5/2026).
Rintangan berat harus dihadapi tim tamu karena delapan pemain pilar terpaksa ditinggal di markas akibat cedera, masalah kebugaran, akumulasi kartu, hingga urusan keluarga.
Empat pemain yang harus menjalani sanksi akumulasi kartu meliputi Yakob Sayuri, Yance Sayuri, Lucas Cardoso, dan Wbeymar Angulo. Sementara itu, Alan Jose dan Tyronne del Pino masih berada di ruang perawatan karena cedera.
Kondisi pincang semakin diperparah dengan absennya Ciro Alves yang mengalami gangguan kesehatan serta Igor Inocencio yang terpaksa absen karena urusan keluarga.
“Kami membawa 16 pemain ke Samarinda karena ada beberapa yang cedera dan mendapatkan akumulasi kartu,” ujar pelatih kepala Malut United, Hendri Susilo.
“Walau begitu, persiapan tim tetap berjalan baik dan semua pemain yang dibawa dalam keadaan siap untuk bermain,” kata Hendri.
Jajaran tim kepelatihan memastikan kondisi mental dan psikologis skuad yang tersisa tetap kondusif untuk menghadapi tekanan dari tuan rumah.
“Situasi pemain kondusif dan semua yang ada di sini dalam keadaan sehat. Kami datang dengan target untuk mencuri poin di kandang Borneo FC,” kata Hendri.
Fokus Kolektif di Atas Penghargaan Individu
Laga ini juga menjadi pembuktian individu bagi David Da Silva yang saat ini memimpin bursa pencetak gol terbanyak kompetisi domestik dengan koleksi 23 gol dari 32 pertandingan.
Kendati memiliki peluang besar untuk menyabet penghargaan sepatu emas, David Da Silva menegaskan bahwa kepentingan taktik dan kemenangan tim tetap menjadi prioritas utama.
“Saya akan berusaha menampilkan permainan terbaik di lapangan dan membantu tim meraih hasil maksimal,” ungkap David.
“Malut United memilih saya sebagai penyerang dan tugas seorang penyerang adalah mencetak gol,” kata David.
“Fokus saya saat ini hanya untuk Malut United. Saya tidak memikirkan hasil pertandingan tim lain,” ujar David.
“Saya percaya dengan pemain yang ada saat ini, semoga kami bisa meraih kemenangan,” pungkasnya.