Manchester United Pantau Myles Lewis-Skelly dari Arsenal

Manchester United Pantau Myles Lewis-Skelly dari Arsenal

Manchester United dikabarkan mulai mempertimbangkan langkah untuk merekrut pemain muda Arsenal, Myles Lewis-Skelly, guna memperkuat komposisi tim pada bursa transfer musim panas mendatang. Ketertarikan ini muncul setelah Setan Merah memastikan kualifikasi Liga Champions menyusul kemenangan 3-2 atas Liverpool pada Minggu, 3 Mei 2026, yang juga membuka potensi anggaran belanja hingga Rp2 triliun.

Klub asal Old Trafford tersebut diperkirakan akan mendapatkan dana besar dari pendapatan tambahan Liga Champions serta hasil penjualan sejumlah pemain. Menurut laporan Sky Sports, separuh dari dana 200 juta poundsterling tersebut berasal dari pendapatan kompetisi Eropa, sementara sisanya diharapkan didapat dari pelepasan pemain seperti Rasmus Hojlund ke Napoli seharga 38 juta poundsterling, serta potensi kepergian Marcus Rashford dan Manuel Ugarte.

Myles Lewis-Skelly menjadi target karena kemampuannya bermain di posisi bek kiri maupun gelandang tengah, di tengah rencana kepergian Casemiro dan Tyrell Malacia. Pemain berusia 19 tahun tersebut menunjukkan performa mengesankan saat Arsenal menang 3-0 atas Fulham pada akhir pekan lalu, meskipun menit bermainnya di bawah asuhan Mikel Arteta musim ini tergolong terbatas.

Mantan pemain legendaris Arsenal, Thierry Henry, memberikan pujian tinggi atas kontribusi Lewis-Skelly dalam pertandingan tersebut saat berbicara di acara Monday Night Football. Henry menilai sang pemain memiliki masa depan cerah di sektor lini tengah.

"I thought like everybody that Declan Rice was outstanding again but Myles was just different," ujar Thierry Henry, Pengamat Sepak Bola.

Henry menyoroti kesiapan mental pemain muda tersebut meskipun jarang mendapatkan kesempatan bermain sebagai starter musim ini. Ia terkesan dengan cara Lewis-Skelly membaca permainan dan mengontrol tempo di lapangan.

"Not only was he good on the ball, he was good on reading the play, stopping, going to get it. He played really well," kata Thierry Henry, Pengamat Sepak Bola.

Penampilan apik Lewis-Skelly juga memicu diskusi mengenai peluangnya tampil dalam laga krusial semifinal Liga Champions melawan Atletico Madrid pada Selasa, 5 Mei 2026. Henry menilai Lewis-Skelly telah menunjukkan kapasitas yang cukup untuk bersaing memperebutkan tempat dengan Martin Zubimendi.

"It's one thing to be patient, it's one thing to be upset about the situation, but he was ready," tutur Thierry Henry, Pengamat Sepak Bola.

Meskipun mengakui kualitas Lewis-Skelly, Henry memahami jika manajer Mikel Arteta mungkin akan lebih memilih pemain yang lebih berpengalaman untuk pertandingan dengan tekanan tinggi. Namun, ia tetap berharap bisa melihat aksi sang pemain di panggung Eropa.

"He didn't look like he hadn't played for a long time," ucap Thierry Henry, Pengamat Sepak Bola.

Henry menambahkan bahwa Lewis-Skelly mampu menunjukkan dominasi di beberapa momen pertandingan yang sangat jarang terlihat untuk pemain seusianya. Hal ini dianggap sebagai pencapaian yang luar biasa bagi pemain yang sedang diperebutkan di bursa transfer.

"He controlled the game, he went forward. He bossed the game at times. That's outstanding," jelas Thierry Henry, Pengamat Sepak Bola.

Terkait pilihan taktik di lini tengah, Henry mengaku tidak keberatan jika Lewis-Skelly diturunkan sejak awal laga semifinal nanti. Ia meyakini posisi tersebut bisa menjadi peran tetap bagi sang pemain di musim depan.

"Because of the magnitude of the game, I don't know if he's going to go a bit more secure, but this guy showed that it might be a new position for him, in terms on next season," kata Thierry Henry, Pengamat Sepak Bola.

Henry tetap menyerahkan keputusan akhir kepada tim kepelatihan Arsenal. Ia menggarisbawahi pentingnya faktor pengalaman dalam menghadapi tim sekelas Atletico Madrid.

"He did extremely well. I wouldn't mind if he starts him, but then I understand, because of the magnitude of the game, and how Zubimendi plays sometimes, a little bit more secure," ujar Thierry Henry, Pengamat Sepak Bola.

Dukungan agar Lewis-Skelly tampil tetap besar mengingat kondisi Martin Zubimendi yang dinilai mengalami penurunan performa akibat kelelahan. Henry menutup komentarnya dengan menegaskan keinginannya melihat sang pemain muda beraksi.

"Don't underestimate experience in these kinds of games. But would I like to see him on Tuesday? Yes, why not?" ucap Thierry Henry, Pengamat Sepak Bola.

Selain membahas Lewis-Skelly, Henry juga memberikan perhatian kepada Bukayo Saka yang mencetak satu gol dan satu assist dalam laga melawan Fulham. Ia mendorong Saka untuk kembali menunjukkan keberanian dalam duel satu lawan satu.

"But Mikel Arteta is the coach," kata Thierry Henry, Pengamat Sepak Bola.

Henry menekankan bahwa performa Saka yang berani melakukan dribel dan menyerang secara langsung adalah apa yang dibutuhkan tim untuk sisa musim ini. Ia ingin melihat konsistensi tersebut dipertahankan hingga musim depan.

"That's what I wanted to see from Bukayo," ujar Thierry Henry, Pengamat Sepak Bola.

Pujian tersebut merujuk pada aksi Saka yang mengalahkan Raul Jimenez untuk memberikan umpan kepada Viktor Gyokeres sebelum akhirnya mencetak gol kedua bagi Arsenal. Henry menilai kreativitas di lini depan sangat bergantung pada inisiatif individu pemain.

"That's what we need to see from Bukayo against Atletico, until the end of the season, and next year," tutur Thierry Henry, Pengamat Sepak Bola.

Henry memberikan motivasi agar Saka tidak takut melakukan kesalahan saat mencoba melakukan manuver serangan. Menurutnya, insting menyerang harus muncul secara alami di sepertiga akhir lapangan.

"Go back to what you were. Dribble, go forward, be brave," ucap Thierry Henry, Pengamat Sepak Bola.

Ia menegaskan bahwa tugas bertahan dilakukan secara kolektif sebagai unit, namun dalam menyerang, pemain harus mengandalkan kreativitas otak masing-masing. Henry meminta Saka untuk terus mencoba meski sempat gagal.

"You defend as a unit. Offensively, in the last third, it's about you, what you're about to do, your brain and your creativity," kata Thierry Henry, Pengamat Sepak Bola.

Henry mengakhiri analisisnya dengan menekankan bahwa keberanian adalah kunci bagi pemain ofensif kelas dunia. Hal ini menjadi catatan penting bagi Arsenal menjelang penentuan di kompetisi Eropa.

"I can't tell you when to shoot or dummy someone. It comes naturally. But be brave with it. Miss, go again," jelas Thierry Henry, Pengamat Sepak Bola.

Di sisi lain, Jamie Carragher yang juga hadir dalam acara tersebut memberikan analisis mengenai peran Declan Rice yang bermain lebih dalam. Carragher menilai kehadiran Rice di posisi nomor 6 memberikan dinamisme lebih bagi lini tengah The Gunners.

"Myles Lewis-Skelly was fantastic, but I think a big thing for me in Arsenal's last two games was Declan Rice going deeper," ujar Jamie Carragher, Pengamat Sepak Bola.

Carragher melihat Rice jauh lebih tajam dan mampu mengalirkan bola dengan cepat dibandingkan Zubimendi. Ia menilai Rice sebagai pemain tengah yang sangat lengkap karena fleksibilitasnya.

"There's a bit more dynamism with Rice rather than Zubimendi in that position. He's onto things quicker and passes it quicker, he's sharper," kata Jamie Carragher, Pengamat Sepak Bola.

Mantan pemain Liverpool tersebut juga mengamati bahwa Rice terlihat sangat menikmati perannya saat kembali ke posisi asalnya. Rice dinilai mampu mengontrol penuh jalannya pertandingan saat melawan Fulham maupun Atletico Madrid pada leg pertama.

"I think he's a complete midfield player. He can play the six and the eight. It doesn't make too much difference," ucap Jamie Carragher, Pengamat Sepak Bola.

Carragher menyarankan agar Arteta tetap mempertahankan Rice di posisi tersebut untuk sisa musim ini. Menurutnya, perubahan taktik ini telah membawa peningkatan signifikan bagi performa tim secara keseluruhan.

"But when I was watching him play, it almost looked like he was really enjoying it, running everywhere for the ball," tutur Jamie Carragher, Pengamat Sepak Bola.

Ia memuji ketenangan yang ditunjukkan Rice saat menguasai bola. Dominasi tersebut dianggap krusial untuk menjaga stabilitas tim di periode akhir musim yang padat.

"It was almost like, 'I'm back in my position, in the six. I can get on the ball a little bit easier.'" jelas Jamie Carragher, Pengamat Sepak Bola.

Carragher meyakini bahwa langkah menempatkan Rice di posisi nomor 6 merupakan solusi tepat atas kekhawatiran krisis lini tengah Arsenal sebelumnya. Ia melihat energi tim telah kembali dan tidak lagi terlihat dalam tekanan atau kelelahan.

"I thought he was outstanding at the weekend. I thought he played really well and controlled the game against Madrid as well," kata Jamie Carragher, Pengamat Sepak Bola.

Ia mendorong Arteta untuk konsisten dengan susunan pemain tengah yang sekarang, bahkan jika Zubimendi sudah kembali bugar. Bagi Carragher, kenyamanan Rice di posisi tersebut menjadi kunci kemenangan.

"I think going forward, even if Zubimendi plays, just leave him there at six for now," pungkas Jamie Carragher, Pengamat Sepak Bola.

Artikel terkait

Rekomendasi