Manchester City resmi dinobatkan sebagai juara Liga Super Wanita (WSL) untuk pertama kalinya dalam satu dekade terakhir setelah Arsenal tertahan imbang 1-1 oleh Brighton & Hove Albion pada Rabu malam, 6 Mei 2026. Hasil di Stadion Broadfield tersebut membuat perolehan poin The Gunners tidak mungkin lagi mengejar posisi City di puncak klasemen.
Gelar juara ini merupakan trofi liga pertama bagi Manchester City sejak 2016, sekaligus mengakhiri dominasi enam musim beruntun milik Chelsea. Keberhasilan ini dipastikan tanpa City harus turun ke lapangan, setelah Brighton memberikan perlawanan sengit yang memupus harapan tipis Arsenal dalam perburuan gelar musim ini.
Brighton unggul lebih dulu melalui gol Fuka Tsunoda pada babak pertama sebelum disamakan oleh gelandang Arsenal, Frida Maanum, di babak kedua. Hasil ini mengakhiri catatan 13 pertandingan tidak terkalahkan milik Arsenal di kompetisi domestik sekaligus melengkapi kegagalan mereka setelah tersingkir dari kompetisi Eropa di Lyon menurut laporan koranmanado.co.id.
Gelandang Manchester City, Yui Hasegawa, telah menetapkan target tinggi sejak awal kompetisi demi mengincar trofi bergengsi ini. Penegasan target tersebut disampaikan dalam wawancara sebelum musim bergulir sebagaimana dilaporkan GOAL.
"Kami benar-benar harus menargetkan posisi pertama," kata Yui Hasegawa, gelandang City, sebelum musim dimulai, saat berbicara kepada GOAL.
Hasegawa juga menekankan keuntungan timnya yang tidak berpartisipasi dalam jadwal padat kompetisi Eropa musim ini. Hal ini memungkinkan skuat asuhan Andree Jeglertz untuk mengerahkan seluruh energi pada kompetisi domestik.
"Kami bisa fokus pada liga domestik," kata Yui Hasegawa, gelandang City.
Manajer Manchester United, Marc Skinner, turut memberikan pandangan mengenai dinamika persaingan musim ini. Ia menyoroti bagaimana ketersediaan pemain menjadi faktor krusial bagi tim yang bersaing di papan atas.
"Waktu ekstra untuk menjaga kebugaran semua pemain memberi Anda lebih banyak opsi," kata Marc Skinner, manajer United.
Pemain sayap kiri Manchester City, Lauren Hemp, memuji perubahan gaya bermain di bawah arahan pelatih baru, Andree Jeglertz. Sistem yang lebih fleksibel dinilai memberikan kebebasan bagi para pemain untuk berkreasi di lapangan hijau.
"Kami jauh lebih fleksibel dan saya rasa ada banyak kebebasan, terutama di lini tengah," kata Lauren Hemp, pemain sayap kiri yang selalu tampil.
Hemp menjelaskan pergerakannya yang kini tidak lagi terpaku pada satu sisi lapangan saja dalam skema serangan balik cepat yang diterapkan Jeglertz. Fleksibilitas ini menjadi salah satu kunci ketajaman lini serang City sepanjang musim 2025/2026.
"Saya akhirnya bergerak bebas dari sisi kiri ke kanan, dan juga di antara keduanya," kata Lauren Hemp, pemain sayap kiri.
Meskipun gagal juara, Arsenal sempat menunjukkan performa luar biasa termasuk saat melibas Leicester City 7-0 pada akhir April lalu dilansir dari edisiana.com. Dalam laga tersebut, gol-gol kemenangan dicetak oleh Frida Maanum, Stina Holmberg, Stina Blackstenius, Mariona Caldentey, dan kapten Leah Williamson.