Manchester United Incar Mateus Fernandes dan Berpeluang Raih Dana Tambahan

Manchester United Incar Mateus Fernandes dan Berpeluang Raih Dana Tambahan

Manchester United dilaporkan tengah aktif bergerak menjelang bursa transfer musim panas pertama di bawah asuhan manajer Michael Carrick untuk memperkuat skuad serta berpotensi mendapatkan dana tambahan dari penjualan mantan pemainnya pada Minggu, 7 Juni 2026.

Klub berjuluk Red Devils tersebut dikabarkan berpeluang mendapatkan dana segar sebesar 19 juta poundsterling dari klausul penjualan Mason Greenwood yang saat ini membela Marseille. Hakan Safi selaku salah satu kandidat presiden Fenerbahce mengklaim telah mencapai kesepakatan kontrak berdurasi empat tahun dengan penyerang asal Inggris tersebut jika dirinya memenangkan pemilihan.

"We have signed a four-year agreement with Mason Greenwood," kata Hakan Safi, Kandidat Presiden Fenerbahce.

Safi menambahkan bahwa sang penyerang telah setuju untuk bergabung ke klub Turki tersebut di masa keemasannya.

"He has agreed to join Fenerbahce during the most valuable and productive years of his career. I said I would bring a star player. Today, I am experiencing the justified pride of keeping my promise," kata Hakan Safi, Kandidat Presiden Fenerbahce.

Selain potensi keuntungan dari Greenwood, Manchester United juga dikabarkan telah menghubungi West Ham United terkait kemungkinan transfer gelandang berusia 21 tahun, Mateus Fernandes. Dilansir dari ESPN dan The Times, West Ham yang terdegradasi musim ini memasang klausul harga sebesar 80 juta poundsterling untuk pemain asal Portugal tersebut.

Langkah transfer ini dilakukan setelah Manchester United diklaim menyepakati paket transfer senilai 38,8 juta poundsterling untuk mendatangkan gelandang Atalanta, Ederson. Sementara itu, untuk memperkuat struktur internal, manajemen Setan Merah juga telah merekrut Harvey Busby dari Newcastle United sebagai pemandu bakat nasional utama yang baru untuk kelompok usia U-14 hingga U-18 di akademi mereka.

Di sisi lain, rumor bursa transfer masa lalu kembali diungkit oleh Frenkie de Jong yang mengungkapkan kemarahannya karena merasa sempat ditekan untuk meninggalkan Barcelona demi bergabung dengan Manchester United pada tahun 2022. Gelandang asal Belanda tersebut baru-baru ini bersedia membuka suara setelah menandatangani kontrak baru hingga 2029 bersama klub Catalan tersebut.

"A little, yes. That's why I think I made a mistake by ceasing to speak to the press," kata Frenkie de Jong, Pemain Barcelona.

De Jong menjelaskan bahwa kekesalannya muncul akibat tekanan media yang terus-menerus memberitakan kepindahannya pada saat itu.

"There was a time when they pressured me to leave the club and there came a point when I was very angry and didn't want to talk anymore. But that's what I was saying before: people only hear opinions or things through the press and newspapers, and they don't listen to you," kata Frenkie de Jong, Pemain Barcelona.

Ia juga mengakui situasi finansial Barcelona saat itu memicu munculnya berbagai tawaran dari klub lain.

"Barca was in a bit of a difficult financial situation, and, well, there are always teams that call players to ask if they want to come or not," kata Frenkie de Jong, Pemain Barcelona.

Pemain lini tengah tersebut menegaskan bahwa dirinya selalu menolak tawaran yang masuk meskipun pihak klub sempat mempertimbangkan opsi penjualan demi keuntungan finansial.

"And I always said no. So there was no option. What happened that summer is that, even though I said no, some teams came to the club and offered money for me. And within Barca – not everyone, but some people – thought they were good offers and wanted to sell me," kata Frenkie de Jong, Pemain Barcelona.

Sementara itu, bek veteran Harry Maguire dipastikan tidak masuk dalam skuad 26 pemain tim nasional Inggris asuhan Thomas Tuchel untuk turnamen internasional mendatang. Maguire kini dijadwalkan akan muncul sebagai salah satu tamu dalam program podcast populer yang dipandu oleh Gary Lineker, Alan Shearer, dan Micah Richards di New York.

Artikel terkait

Rekomendasi