Manajemen Manchester United resmi mengangkat Michael Carrick sebagai pelatih kepala permanen dengan kontrak hingga tahun 2028 menjelang pertandingan pamungkas Liga Primer Inggris musim 2025/2026 kontra Brighton & Hove Albion di Amex Stadium pada Minggu, 24 Mei 2026.
Keputusan mempermanenkan pria berusia 44 tahun tersebut diambil setelah ia sukses mengunci posisi ketiga klasemen dan membawa Setan Merah kembali lolos ke zona Liga Champions. Pengumuman resmi mengenai kesepakatan kontrak baru ini dirilis oleh pihak klub pada Jumat, 22 Mei 2026 pagi waktu setempat.
"Manchester United dengan bangga mengumumkan bahwa Michael Carrick akan tetap menjabat sebagai pelatih kepala tim utama putra setelah menandatangani kontrak baru yang berlaku hingga tahun 2028," demikian yang tercantum di situs resmi klub.
Kinerja Carrick dinilai memukau sejak ditunjuk sebagai pelatih interim pada 13 Januari 2026 untuk menggantikan Ruben Amorim yang dipecat. Berdasarkan data tirto.id, taktik serangan balik cepat Carrick membuat lini depan United melesakkan 27 gol dari 14 pertandingan atau rata-rata 1,9 gol per laga di bawah kendalinya.
"Tentu saja, menurut saya, Carrick pantas mendapatkan kesempatan sebagai manajer permanen," ungkap penyerang MU asal Brasil, Matheus Cunha, dalam wawancara yang dikutip The Athletic.
Dukungan serupa juga mengalir dari sektor lini tengah, termasuk dari Casemiro yang mengapresiasi kualitas kepemimpinan sang manajer baru selama paruh kedua musim.
"Dia sudah menunjukkan kualitas yang sangat bagus untuk menjadi manajer Manchester United," timpal Casemiro yang juga berasal dari Brasil.
Pemain muda didikan akademi klub, Kobbie Mainoo, ikut menyuarakan bahwa kebebasan berkreasi dan kepercayaan yang diberikan pelatih menjadi motivasi utama skuad.
"Dia memainkan peran besar dalam hal ini, kepercayaan dia berikan kepada semua pemain. Anda ingin mengikutinya, berjuang untuknya, dan berkorban untuknya di lapangan,” tandas Mainoo dilansir Goal.
Selain Carrick, manajemen Setan Merah mengamankan tanda tangan seluruh staf kepelatihan interim meliputi Steve Holland, Jonathan Woodgate, Jonny Evans, Travis Binnion, hingga Craig Mawson. Dilansir dari Manchester Evening News, kehadiran figur-figur berpengalaman seperti Steve Holland yang pernah mendampingi Gareth Southgate menjadi kunci stabilitas dinamika permainan tim.
Meski target tiket kompetisi Eropa sudah aman, Carrick menegaskan timnya tidak akan bermain santai di markas Brighton demi menjaga momentum kompetitif untuk musim depan.
"Ujian anak-anaklah yang menghalangi saat ini. Ujian A-level dan GCSE, sejujurnya, itulah yang menghambat saya untuk memesan apa pun," kata Carrick, seperti dikutip dari situs web resmi klub.
Eks gelandang United itu juga mengaku sangat menikmati ritme pekerjaan barunya yang intens dan merasa belum membutuhkan waktu berlibur.
"Sejujurnya, tidak. Saya merasa baik-baik saja, saya pikir Anda akan terbiasa dengan ritme kerja, dengan berbagai cara. Saya yakin jam kerja Anda berbeda dengan saya, beberapa dari Anda bekerja lebih banyak daripada yang lain, saya yakin begitu. Anda akan terbiasa, Anda akan mengikuti alurnya. Saya menyukainya, saya menikmati setiap menitnya, jadi saya tentu tidak merasa perlu istirahat." sambung Carrick.
Menghadapi partai penutup liga, juru taktik asal Inggris itu menginstruksikan anak asuhnya untuk tetap tampil maksimal mengingat krusialnya dampak laga bagi tim lawan.
"Kami tentu menyadari situasi pertandingan ini dan apa yang dipertaruhkan," katanya kepada wartawan.
Carrick menghendaki seluruh jajaran skuad menutup kompetisi musim 2025/2026 dengan performa yang kuat secara kolektif.
"Saya pikir kami tentu memiliki tanggung jawab untuk itu. Kami telah berhasil menempatkan diri dalam posisi di mana kami berada di liga ini." tutur Carrick.
Ambisi jangka panjang juga langsung dipatok oleh sang manajer yang menargetkan trofi juara Liga Inggris pada musim depan untuk mengukir sejarah baru.
"Andai kami menghadapi pertandingan ini seperti kami menghadapi pertandingan lainnya. Ada banyak hal yang dipertaruhkan, baik bagi Brighton, Bournemouth, maupun semua klub lain di sekitarnya, jadi kami sangat menyadari hal itu." jelas Carrick.
Menurut laporan ESPN, ia termotivasi memecahkan rekor sebagai sosok pertama di era Premier League yang berhasil mengangkat piala liga baik sebagai pemain maupun pelatih kepala.
"Saya sih mau itu! Itu misi saya dan saya harus yakin bisa melakukannya (juara liga sebagai pemain dan pelatih). Itulah target kami. Klub kami ingin jadi juara liga," ujar Carrick seperti dikutip ESPN.
Sebagai bagian masa keemasan di bawah asuhan Sir Alex Ferguson, Carrick optimistis pengalamannya meraih lima titel liga sewaktu aktif bermain bisa ditularkan ke pemain saat ini.
"Luar biasa sekali jika saya bisa melakukannya. Tapi melihat klub bisa mengangkat trofi dan juara liga serta bersaing di Liga Champions, itu bikin saya semangat." imbuh Carrick.
Ia berharap mentalitas pemenang yang dimilikinya mampu membebaskan tekanan bermain dari pundak Bruno Fernandes dan kolega.
"Saya tahu seperti apa perjuangannya dan semoga saja saya bisa sedikit menularkan pengalaman itu kepada pemain sehingga mereka bisa tampil lepas, dan kami bisa tancap gas." pungkas Carrick.
Di kubu berlawanan, Brighton yang kini tertahan di peringkat ketujuh dengan 54 poin dipastikan tampil habis-habisan demi meraih tiket kualifikasi Liga Europa setelah sempat menelan kekalahan tipis dari Leeds United pada laga sebelumnya.