Tren berakhirnya berbagai judul manga populer terus berlanjut sepanjang tahun 2026. Sejumlah karya besar tercatat mulai menuntaskan perjalanan ceritanya, sehingga menyisakan sedikit pilihan bagi para pembaca setia.
Gelombang berakhirnya serial ini dimulai dari Jujutsu Kaisen Modulo yang rampung pada awal Maret. Langkah tersebut kemudian disusul oleh deretan judul besar lainnya seperti Chainsaw Man, Black Clover, hingga Sakamoto Days.
Dilansir dari Detikcom, manga Sakamoto Days garapan Yuto Suzuki secara konsisten membangun narasi tentang seorang pensiunan pembunuh bayaran. Cerita dengan aksi realistis ini dijadwalkan memasuki pertempuran pamungkas pada Juli 2025.
Serial ini telah mengalami perkembangan yang sangat pesat sejak awal perilisannya. Kini, perjalanan Taro Sakamoto dalam dunia gelap pembunuh bayaran tersebut benar-benar tengah menuju titik akhir.
Sakamoto Days dikenal sebagai salah satu entri unik dalam genre shonen modern karena berani mendobrak berbagai formula umum. Karya Suzuki ini menggabungkan aksi yang terasa nyata dengan momen-momen pertempuran yang tetap dramatis.
Konsistensi dalam menyajikan kualitas visual dan cerita membuat manga ini menonjol di tengah judul aksi lainnya. Sebagian besar konflik besar dalam alur cerita pun dilaporkan sudah selesai dikerjakan.
Kondisi ini serupa dengan alur cerita klasik saat tokoh antagonis mulai dikalahkan oleh pahlawan utama. Saat ini, Sakamoto Days sedang bergerak menuju konfrontasi menentukan melawan musuh utama dalam seri tersebut.
Persiapan untuk pertempuran terakhir dipastikan telah rampung sepenuhnya. Dalam bab terbaru, pembaca sudah melihat bagaimana karakter Sabo dan Mafuyu mengatasi saudara kandung misterius yang menjadi sekutu bagi Slur.
Situasi saat ini menyisakan beberapa pertarungan kecil sebelum masuk ke duel inti. Fokus utama cerita kini tertuju pada pertemuan akhir antara Sakamoto dengan sosok Uzuki yang juga dikenal sebagai Slur.
Keberhasilan Sakamoto Days telah mengukuhkan posisinya sebagai salah satu seri shonen modern terbaik saat ini. Pencapaian tersebut tidak hanya terlihat dari segi kualitas cerita, namun juga dari sisi komersial.
Data penjualan manga ini membuktikan bahwa Sakamoto Days telah menjadi judul yang lebih besar bagi majalah Weekly Shonen Jump dibandingkan Black Clover. Keberhasilan ini menjadi catatan penting bagi industri manga global.
Di tengah banyaknya serial yang gagal mencapai 200 bab karena pembatalan, Sakamoto Days berhasil mempertahankan eksistensinya. Selama lebih dari lima tahun, seri ini tetap konsisten dan menjadi salah satu judul unggulan di majalah tersebut.