Marc Marquez Absen di MotoGP Catalunya 2026 Akibat Operasi Ganda

Marc Marquez Absen di MotoGP Catalunya 2026 Akibat Operasi Ganda

Tim Ducati Lenovo mengonfirmasi bahwa Marc Marquez akan absen pada seri keenam MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona-Catalunya yang dijadwalkan berlangsung 15-17 Mei mendatang. Keputusan ini diambil setelah sang pebalap menjalani operasi ganda di Madrid guna menangani patah tulang metatarsal kaki kanan serta masalah saraf pada lengan kanannya.

Pihak Ducati melalui laman resminya pada Rabu (13/5) menyatakan tidak akan menunjuk pebalap pengganti untuk menemani Francesco Bagnaia di Barcelona. Absennya Marquez dipicu oleh kecelakaan hebat saat sesi sprint race di MotoGP Prancis pekan lalu yang memperparah kondisi fisik juara dunia delapan kali tersebut.

Marquez mengungkapkan bahwa masalah saraf pada lengannya telah menghambat performanya sepanjang musim ini dengan kerugian waktu mencapai 0,5 detik per putaran. Kondisi ini diperparah oleh pergeseran sekrup dari cedera lama yang menekan saraf radial di lengan kanannya.

"Aku tidak mengatakan apa pun…" ujar Marc Marquez, pebalap Ducati Lenovo dalam tayangan video Inside Ducati.

Pebalap asal Spanyol tersebut menjelaskan bahwa dirinya terpaksa membalap dengan keterbatasan fisik yang sangat signifikan sebelum akhirnya memutuskan naik meja operasi.

"Saya berkendara dengan satu setengah tangan" kata Marc Marquez, pebalap Ducati Lenovo.

Marquez menambahkan bahwa terdapat gangguan mekanis pada bagian tubuhnya yang bersinggungan langsung dengan sistem saraf.

"Ada sekrup yang menyebabkan masalah saraf pada saya. Kadang kambuh, kadang tidak." ujar Marc Marquez, pebalap Ducati Lenovo.

Menanggapi situasi tersebut, anggota tim memberikan dukungan moral dengan menekankan bahwa pemahaman atas sumber masalah adalah langkah awal menuju pemulihan.

"Ya, tapi saya mengerti ini terjadi pada saya. Anda tidak bisa mengendarai sepeda motor… Kadang kambuh, kadang tidak. Saya tahu ini terjadi." balas Marc Marquez, pebalap Ducati Lenovo.

Awalnya, prosedur medis ini direncanakan dilakukan setelah seri di Barcelona, namun jadwal tersebut dimajukan demi percepatan pemulihan.

"Itulah mengapa operasi sudah dijadwalkan setelah GP Catalunya." ucap Marc Marquez, pebalap Ducati Lenovo.

Ia kembali menegaskan betapa sulitnya mengendalikan motor Desmosedici GP26 dengan kondisi lengan yang tidak bertenaga penuh.

"Saya mengendarai motor dengan satu setengah lengan." kata Marc Marquez, pebalap Ducati Lenovo.

Masalah ini ternyata berakar dari insiden tabrakan di masa lalu yang menyebabkan komponen medis di dalam tubuhnya tidak lagi berada di posisi yang tepat.

"Mereka harus mencabut sekrup yang patah akibat kecelakaan di Indonesia [2025]… Mereka melihatnya bergeser." ujar Marc Marquez, pebalap Ducati Lenovo.

Pemeriksaan mendalam setelah balapan di Jerez mengonfirmasi adanya anomali pada posisi berkendara Marquez akibat sekrup tersebut.

"Setelah Jerez, saya pergi untuk pemeriksaan. Saya merasa ada yang salah. Saat saya masuk ke posisi berkendara, sekrup yang patah itu… Setelah Indonesia, sekrup itu bergeser dan menyentuh saraf." kata Marc Marquez, pebalap Ducati Lenovo.

Saraf yang terdampak merupakan bagian vital yang mengontrol fungsi jari dan seluruh kekuatan lengan kanan sang pebalap.

"[Itu] saraf yang saya gunakan untuk tiga jari dan seluruh lengan [kanan]." ujar Marc Marquez, pebalap Ducati Lenovo.

Kekuatan fisik yang menurun ini menyebabkan Marquez kesulitan bereaksi dalam situasi kritis di lintasan balap.

"Itu mengurangi kekuatan saya." kata Marc Marquez, pebalap Ducati Lenovo.

Bahkan saat melakukan sesi kualifikasi yang intens, Marquez menyadari ada sesuatu yang tidak beres pada titik-titik tertentu di sirkuit.

"Kemarin, saat time attack, Anda bertanya kepada saya apa yang terjadi di tikungan itu. Saya tahu apa yang terjadi di tikungan itu..." ujar Marc Marquez, pebalap Ducati Lenovo.

Konsistensi menjadi masalah utama karena gangguan saraf tersebut tidak muncul di setiap putaran balapan.

"Dan hari ini juga. Untuk beberapa lap, semuanya baik-baik saja… Beberapa lap kemudian, tidak begitu." kata Marc Marquez, pebalap Ducati Lenovo.

Meskipun sedang mengalami kendala fisik, Marquez sempat membuktikan kecepatannya dengan memecahkan rekor lap di Le Mans saat sesi Q1.

"I don’t need to prove anything. I can go fast. Today I was fast in Q1!" ucap Marc Marquez, pebalap Ducati Lenovo.

Ia menekankan bahwa meski mampu melaju kencang, ia tetap merasa berada di bawah batas kemampuan maksimalnya karena faktor cedera.

"I can go fast. The problem is that I’m riding half a second below my limit." kata Marc Marquez, pebalap Ducati Lenovo.

Marquez juga mengaku bingung dengan beberapa insiden kecelakaan yang dialaminya padahal ia merasa tidak sedang menekan motor hingga batas limit.

"There are some crashes that I don’t understand why. I’m not pushing. I’m not at the limit." ujar Marc Marquez, pebalap Ducati Lenovo.

Kesulitan pengendalian ini sudah dirasakan sejak balapan di Jerez, di mana ia kehilangan kontrol pada bagian depan motor secara mendadak.

"In Jerez [Grand Prix], I entered a fast corner, and I lost the front. I cannot push." kata Marc Marquez, pebalap Ducati Lenovo.

Sebelum publik mengetahui kondisinya, Marquez sempat meminta tim untuk tidak membocorkan masalah kesehatannya agar ia bisa fokus membalap.

"I asked to keep it quiet." ujar Marc Marquez, pebalap Ducati Lenovo.

Ia ingin menjalani akhir pekan balap tanpa gangguan pertanyaan mengenai kondisi fisiknya dari pihak luar.

"I wanted to do the weekend without thinking about it or having questions about it." kata Marc Marquez, pebalap Ducati Lenovo.

Namun pada akhirnya, data telemetri motor tidak bisa berbohong mengenai kegagalan fungsi lengannya secara optimal.

"But it’s true that this [arm] is not working. You can see it in the data." tutup Marc Marquez, pebalap Ducati Lenovo.

Analisis mengenai kondisi Marquez juga datang dari mantan pebalap Sete Gibernau yang menilai perlunya tindakan medis segera.

"Jika Anda menganalisis semuanya secara mendalam, harus berhenti untuk menjalani operasi adalah sebuah kemungkinan" ujar Sete Gibernau, Mantan Pebalap MotoGP kepada DAZN.

Gibernau mengamati bahwa Marquez tampak sangat berhati-hati dalam menggunakan lengannya sepanjang musim kompetisi berjalan.

"Jika Anda memperhatikannya sepanjang tahun, ia tidak menggunakan lengannya secara maksimal. Anda bisa melihatnya saat sprint di Le Mans. Ia tidak bisa memberikan beban pada lengannya. Dan saat kecelakaan terjadi, lengannya menyerah dan ia tidak bereaksi" kata Sete Gibernau, Mantan Pebalap MotoGP.

Dalam kesempatan lain dilansir dari jpnn.com, Gibernau kembali menegaskan bahwa indikasi perlunya operasi sudah terlihat jelas sebelum insiden terakhir terjadi.

"Ketika seluruh situasinya dilihat lebih dalam, kemungkinan dia harus segera menjalani operasi sebenarnya sudah terlihat." ucap Sete Gibernau, Mantan Pebalap MotoGP.

Ia melihat adanya keterbatasan gerak yang konsisten pada lengan pebalap bernomor 93 tersebut sejak awal musim.

"Sepanjang musim ini, dia tampak belum mampu menggunakan lengannya secara maksimal." kata Sete Gibernau, Mantan Pebalap MotoGP.

Kurangnya beban yang bisa diberikan pada lengan kanan dinilai menjadi penyebab utama kegagalan Marquez dalam menyeimbangkan motor saat terjatuh.

"Kalau diperhatikan baik-baik, dia tidak bisa membebani lengannya dengan normal." ujar Sete Gibernau, Mantan Pebalap MotoGP.

Gibernau menutup analisisnya dengan menyoroti hilangnya respons saraf lengan Marquez saat terjadi insiden di lintasan.

"Saat kecelakaan terjadi, lengannya seperti kehilangan respons dan tidak mampu menahan situasi." tambah Sete Gibernau, Mantan Pebalap MotoGP.

Berdasarkan data klasemen, Marc Marquez saat ini berada di posisi kelima dengan selisih 71 poin dari Marco Bezzecchi yang memimpin klasemen sementara. Ducati hingga kini belum merilis jadwal pasti mengenai kembalinya Marquez ke lintasan balap pascaoperasi.

Artikel terkait

Rekomendasi