Penyerang sayap Borneo FC Samarinda, Mariano Peralta, resmi dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Super League musim 2025/2026 pada Sabtu (23/5). Penghargaan individu tersebut tetap diraih pemain asal Argentina itu meskipun gagal membawa klubnya menyabet trofi juara kompetisi.
Catatan performa impresif ditunjukkan oleh Mariano Peralta sepanjang musim ini dengan torehan 20 gol dari total 34 pertandingan bersama Pesut Etam. Dia berhasil mengungguli sejumlah nominasi lain seperti Beckham Putra, Allano, Juan Villa, hingga Federico Barba dalam perebutan gelar prestisius tersebut.
Selain gelar pemain terbaik, kubu Borneo FC Samarinda juga mengamankan penghargaan individu lain melalui Nadeo Agrawinata yang terpilih sebagai Kiper Terbaik Super League musim ini. Pencapaian individu ini menjadi pelipur lara bagi klub yang gagal mengunci gelar juara liga, walaupun pada pertandingan terakhir yang berlangsung Sabtu (23/5) mampu menumbangkan Malut United dengan skor telak 7-1.
Gelar juara Super League musim ini resmi jatuh ke tangan Persib Bandung setelah bermain imbang tanpa gol saat menjamu Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada hari yang sama. Keberhasilan Maung Bandung merebut trofi juara juga dilengkapi dengan keberhasilan Bojan Hodak yang merengkuh penghargaan Pelatih Terbaik setelah membawa timnya juara tiga kali berturut-turut.
Sejumlah penghargaan individu lain juga diberikan kepada para pemain dari berbagai klub kontestan. Gelar pencetak gol terbanyak atau top skorer berhasil diamankan oleh penyerang Malut United, David da Silva, sedangkan penghargaan gol terbaik menjadi milik penggawa PSIM Yogyakarta, M. Iqbal. Sementara itu, gelar Pemain Muda Terbaik Super League 2025/2026 resmi disabet oleh pilar muda Persija Jakarta, Dony Tri Pamungkas.