Timnas Maroko muncul sebagai kontestan yang sangat diperhitungkan menjelang putaran final Piala Dunia 2026. Skuad berjuluk Singa Atlas ini mengusung ambisi besar untuk melampaui pencapaian bersejarah mereka saat menembus semifinal edisi 2022.
Kepercayaan diri tim asal Afrika Utara ini sedang berada di titik tertinggi setelah mereka berhasil menyabet gelar juara Piala Afrika 2025. Dilansir dari Suara, kesuksesan tersebut menjadi modal berharga bagi Maroko untuk kembali menciptakan kejutan di panggung dunia.
Performa terkini Maroko menunjukkan tren positif di bawah kendali pelatih Mohamed Ouahbi. Dalam dua pertandingan persahabatan pada April 2026, Singa Atlas tercatat mengalahkan Paraguay dengan skor 2-1 dan bermain imbang 1-1 melawan Ekuador.
Hingga 1 April 2026, Maroko menempati peringkat 8 dalam ranking FIFA, yang menegaskan posisi mereka sebagai salah satu tim elit global. Tim yang dipimpin oleh kapten Achraf Hakimi ini tercatat belum terkalahkan sejak Agustus 2025.
Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menjadi penampilan ketujuh bagi Maroko sepanjang sejarah turnamen. Kekuatan mereka saat ini didukung oleh deretan pemain yang merumput di kompetisi papan atas Eropa.
Evolusi Taktik Mohamed Ouahbi
Di bawah arahan Mohamed Ouahbi, Maroko mulai bertransformasi dalam gaya bermain. Jika sebelumnya identik dengan serangan balik cepat, kini Singa Atlas lebih menonjolkan aspek penguasaan bola yang dipadukan dengan organisasi pertahanan yang sangat kokoh.
Meskipun performa tim sedang menanjak, masih terdapat beberapa catatan evaluasi yang harus dibenahi. Ketergantungan terhadap sosok Achraf Hakimi dan Brahim Diaz dalam menginisiasi serangan dinilai masih terlalu tinggi bagi skuad Maroko.
Selain itu, konsistensi lini tengah menjadi perhatian khusus, terutama terkait fluktuasi performa Sofyan Amrabat di level klub. Peningkatan kedalaman skuad dan kualitas pemain cadangan menjadi fokus utama Ouahbi sebelum turnamen resmi dimulai agar kualitas tim tetap terjaga saat rotasi dilakukan.