Paris Saint-Germain (PSG) meraih gelar juara Liga Champions setelah mengalahkan Arsenal lewat adu penalti di Budapest pada Minggu (31/5/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Sport.
Pertandingan harus ditentukan melalui babak tos-tosan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu selesai.
Kegagalan Gabriel sebagai algojo terakhir Arsenal memastikan kemenangan Les Parisiens, yang kemudian direspon dengan aksi simpatik dari kapten PSG, Marquinhos.
Marquinhos langsung menghampiri dan memeluk bek Arsenal tersebut untuk memberikan penghiburan di lapangan.
Aksi tersebut menjadi viral dan menuai banyak apresiasi karena Marquinhos sendiri pernah mengalami kegagalan serupa bersama Timnas Brasil saat disingkirkan Kroasia pada Piala Dunia 2022.
"Ketika momen itu terjadi, hal pertama yang saya pikirkan adalah waktu ketika saya gagal mencetak gol penalti di Piala Dunia," kata Marquinhos, dilansir dari ESPN.
Pemain belakang berusia 32 tahun itu memahami betul besarnya tekanan psikologis yang dihadapi oleh seorang pemain dalam situasi krusial seperti itu.
"Saya tahu betapa sulitnya momen seperti ini bagi pemain, itu beban yang benar-benar berat untuk dirasakan. Tak ada pilihan lain; itu tanggung jawab kami, momen kami ada di sana," dia menambahkan.
Marquinhos juga mengungkapkan bahwa dia membesarkan hati kompatriotnya itu dengan mengingatkan performa apik sang bek sepanjang musim.
"Jadi, saya ingat momen yang pernah saya alami sendiri, yang sangat sulit. Saya memeluknya dan mengatakan kepadanya saya juga pernah mengalaminya. Saya tahu betapa sulitnya, bahwa dia telah menjalani musim yang luar biasa, dia pantas mendapatkan hal-hal besar," ujarnya.
Setelah rivalitas di final Liga Champions ini selesai, Marquinhos dan Gabriel akan kembali bergabung di Timnas Brasil dengan target memenangkan Piala Dunia 2026.