Jesse Marsch Kecam Perlakuan Roberto De Zerbi Terhadap Ismael Kone

Jesse Marsch Kecam Perlakuan Roberto De Zerbi Terhadap Ismael Kone

Pelatih kepala tim nasional Kanada, Jesse Marsch, melontarkan kritik keras terhadap manajer Tottenham Hotspur, Roberto De Zerbi, terkait perlakuannya kepada gelandang Ismael Kone saat di Marseille. Marsch menyampaikan kecaman tersebut dalam siniar 'Call It What You Want' di CBS Sports Golazo America pada Rabu, 6 Mei 2026.

Kritik ini muncul setelah terungkapnya ketegangan antara Kone dan De Zerbi yang sempat mencapai puncaknya dalam sesi latihan di Marseille. Menurut laporan Goal, De Zerbi diduga mempermalukan pemain berusia 23 tahun itu di depan rekan setimnya dan memintanya segera mencari agen untuk pindah klub.

Marsch menilai Kone telah mengalami perkembangan pesat sejak pindah ke Italia meskipun sempat mengalami masa sulit di bawah arahan De Zerbi. Pelatih asal Amerika Serikat itu menekankan pentingnya disiplin dan kecerdasan bermain yang kini ditunjukkan Kone bersama Sassuolo.

"When I took over the team, I think Ismael was a raw, talented person." kata Jesse Marsch, Pelatih Kanada.

Mantan pelatih Leeds United itu kemudian merinci bagaimana ia membimbing Kone dalam aspek kehidupan sehari-hari, mulai dari nutrisi hingga kebiasaan tidur. Ia memuji ketangguhan mental Kone yang berhasil bangkit di liga yang sangat terorganisir seperti Serie A.

"And since then, I've talked to him a lot about discipline and concentration and everything from what that means in his daily life, in his nutrition, in his sleep habits, in the way he trains and the way he shows up every day, in the way he plays, in his overall intelligence." ujar Jesse Marsch, Pelatih Kanada.

Kone bergabung dengan Sassuolo dengan nilai transfer sekitar 10 juta euro setelah sempat dipinjamkan ke Rennes. Bersama klub Italia tersebut, ia telah mencetak enam gol dalam lebih dari 30 penampilan musim ini dan membawa timnya menduduki peringkat ke-10 klasemen.

"Going to Italy and playing for a team that was newly promoted, and having to fight through a situation like that in a very organized league, he's played an incredibly important role in that team, they’ve had a great year, he’s had an incredible year." kata Jesse Marsch, Pelatih Kanada.

Marsch menegaskan bahwa keberhasilan Kone saat ini adalah bukti kekuatan karakternya. Ia tidak segan menggunakan kata-kata kasar untuk menggambarkan sikap De Zerbi selama masa transisi pemain tersebut di Prancis.

"So I mean, it would probably be easy to say that Ismael is the one." ucap Jesse Marsch, Pelatih Kanada.

Penilaian Marsch didasarkan pada pencapaian karier Kone yang mampu melewati berbagai rintangan besar. Ia menyebut periode di bawah asuhan De Zerbi sebagai salah satu fase tersulit bagi sang gelandang.

"Not just from what I've done with him and what the national team has done with him but also what he's been able to achieve in his career, and the steps he's been able to make through difficulty I might add." tutur Jesse Marsch, Pelatih Kanada.

Marsch kembali menekankan bahwa Kone tidak pernah meragukan kemampuannya sendiri meski mendapat perlakuan tidak menyenangkan. Ia melihat Kone kini justru semakin bersinar di lingkungan yang baru.

"Because it wasn't easy with De Zerbi in Marseille. De Zerbi was a real, real a—--- with him, and he stayed strong. He never doubted himself. He found a new situation, and now look at him flourishing." kata Jesse Marsch, Pelatih Kanada.

Dalam penutup pernyataannya di siniar tersebut, Marsch mengulangi penilaian negatifnya terhadap manajer asal Italia itu untuk mempertegas pembelaannya kepada anak asuhnya di tim nasional.

"Let me reiterate. De Zerbi was a real a—--- with him." tegas Jesse Marsch, Pelatih Kanada.

Di sisi lain, Roberto De Zerbi pernah memberikan pernyataan mengenai Kone pada Januari 2025 melalui TSN. Ia mengakui kekuatan fisik pemain tersebut namun menilai Kone tidak mampu bersaing dalam proyek timnya saat itu.

"We wanted this player, he’s very strong, he’s a good lad, but… over the last few months, he hasn’t shown me that he’s capable of being part of this project. He’s got a lot of competition." kata Roberto De Zerbi, Manajer Tottenham Hotspur.

Saat ini, nasib kedua pihak berbanding terbalik dengan De Zerbi yang sedang berjuang membawa Tottenham Hotspur keluar dari zona papan bawah klasemen Liga Inggris. Sementara itu, Kone bersiap menjadi andalan Kanada di ajang Piala Dunia 2026 menghadapi Bosnia dan Herzegovina, Qatar, serta Swiss di Grup B.

Artikel terkait

Rekomendasi