Panggung Teater Besar Taman Ismail Marzuki akan menjadi saksi pementasan teater musikal Sayap Cinta Habibie & Ainun pada 8 Mei 2026 mendatang. Pertunjukan yang dijadwalkan mulai pukul 19.30 WIB ini membawa narasi baru dari kisah cinta ikonik B.J. Habibie dan Ainun Besari.
Produksi ini menghadirkan kolaborasi lintas generasi, mulai dari aktor muda berbakat hingga aktris senior papan atas. Dilansir dari Suara, pementasan ini memberikan sentuhan yang lebih segar agar relevan dengan audiens generasi muda saat ini.
Dhea Seto dipercaya memerankan karakter Ainun Besari, sementara Mikail Edwin Rizki akan menghidupkan sosok Rudy Habibie di atas panggung. Selain itu, daftar pemain utama juga diisi oleh Ganeshauman Taqwa sebagai Ibnu Sutowo serta Irwan Adi Rusmantyo.
Aktris senior Maudy Koesnaedi mendapatkan peran penting sebagai Tuti Marini Puspowardojo, ibu dari B.J. Habibie. Peran ini menjadi pengalaman baru bagi Maudy dalam format seni pertunjukan musikal.
"Mendapat kesempatan untuk menjadi ibu dari Rudy Habibie di pentas teater atau musikal ini suatu kesempatan yang menyenangkan sekali," ujar Maudy di Galeri Indonesia Kaya, Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu, 29 April 2026.Berbeda dari versi buku maupun film layar lebar, musikal ini menyajikan elemen yang lebih dinamis. Maudy menyebutkan bahwa olahan ceritanya disesuaikan dengan selera anak muda agar lebih menarik untuk disimak.
"Cerita dari zaman ke zaman tapi diolah dan dikasih sentuhan yang anak-anak muda gitu jadi kayak sangat menarik sih menurut aku," imbuhnya.Salah satu kejutan bagi penonton adalah keterlibatan Maudy Koesnaedi dalam adegan bernyanyi. Tantangan vokal ini menjadi fokus utama Maudy selama menjalani proses latihan intensif bersama tim produksi.
"Oh, sama aku nyanyi lho," tuturnya.Meski mengaku sempat kesulitan, Maudy merasa terbantu dengan arahan tim musik yang memahami jangkauan suaranya. Tantangan menyanyi ini ia anggap sebagai pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dengan maksimal.
"Yang PR yang menyanyi aja sih gitu. Untung Mas Fredi kayaknya udah tahu kunci aku di mana," akunya sembari tertawa kecil.Dhea Seto memberikan bocoran bahwa versi musikal ini akan menampilkan adegan-adegan yang belum pernah diperlihatkan dalam versi film. Unsur estetika panggung seperti kostum, tata cahaya, hingga koreografi akan memperkaya pengalaman penonton.
"Ada adegan yang mungkin tidak ditampilkan di film dan menurut menurut saya pribadi ini sangat menarik," kata Dhea Seto.Putri dari Kak Seto ini meyakini bahwa perpaduan antara akting, tarian, dan nyanyian akan menyentuh emosi penonton dari perspektif yang baru. Detail visual dan audio dipersiapkan secara matang untuk membangun suasana yang mendalam.
"Ada cahaya, ada kostum, ada akting, ada nari, ada nyanyi, yang menurutku ini akan menjadi sangat apa ya, touching dari sudut pandang yang baru," tambah Dhea.Antusiasme masyarakat terhadap pementasan ini terlihat dari penjualan tiket kategori Mezzanine dan Balcony yang sudah habis terjual. Saat ini, panitia masih menyediakan kategori Premium Seats seharga Rp520 ribu dan Orchestra Seats seharga Rp375 ribu.