Persija Jakarta menargetkan posisi tertinggi dalam setiap kompetisi yang diikuti pada musim mendatang. Ambisi besar ini disampaikan oleh sang pelatih, Mauricio Souza, setelah menyelesaikan kompetisi domestik teranyar.
Seperti dikutip dari Suara, Macan Kemayoran baru saja menyudahi kompetisi Super League 2025/2026 dengan menempati peringkat ketiga. Kepastian tersebut didapat usai mereka menumbangkan Semen Padang FC melalui skor telak 3-0 di Jakarta International Stadium pada Sabtu (23/5/2026).
Kemenangan di laga pamungkas itu membuat klub kebanggaan ibu kota mengemas total 71 poin dari 34 pertandingan yang sudah dijalani. Kendati mampu membawa tim bertengger di papan atas, kejelasan masa depan juru taktik asal Brasil tersebut masih menjadi tanda tanya.
Masa kerja Mauricio Souza bersama manajemen Macan Kemayoran dijadwalkan selesai pada Mei 2026. Hingga kini, jajaran manajemen klub belum memberikan pengumuman resmi terkait kelanjutan atau perpanjangan ikatan kerja sang pelatih yang awalnya hanya dikontrak satu musim.
Langkah Mauricio Souza musim ini sempat diwarnai tekanan dari pendukung akibat ketidakmampuan tim bersaing memperebutkan mahkota juara hingga pekan terakhir. Namun, nakhoda tim ini menyatakan sangat memahami besarnya ekspektasi yang dibebankan kepada klub sebesar Persija.
"Baiklah, yang bisa kami janjikan adalah kami akan memberikan yang terbaik setiap saat. Kami tahu kehebatan klub ini. Dan setiap kali Persija turun ke lapangan, they masuk untuk menang," kata Mauricio Souza kepada awak media.
Ekspektasi tinggi dinilai sebagai hal yang wajar bagi skuad Macan Kemayoran. Pelatih berkebangsaan Brasil tersebut berpandangan bahwa timnya harus selalu memasang standar tinggi berupa trofi juara, bukan sekadar menjadi kontestan pelengkap.
"Persija bukanlah klub yang masuk untuk berkompetisi, tetapi masuk untuk memenangkan kompetisi."
"Tetapi hasil akhir setiap pertandingan adalah kehendak Tuhan, hanya kita yang tidak tahu," ujar Mauricio.
Evaluasi menyeluruh terhadap performa tim sepanjang musim ini diakui tetap berjalan demi memperbaiki kekurangan yang ada. Mauricio Souza optimistis bahwa performa anak asuhnya sebenarnya sudah sangat dekat dengan posisi puncak klasemen.
Kerja keras seluruh elemen tim sepanjang musim ini diyakini bakal menjadi modal krusial untuk mengarungi kompetisi berikutnya. Kesalahan yang terjadi sepanjang musim ini diharapkan menjadi pelajaran berharga agar tidak terulang kembali.
"Yang bisa kita lakukan adalah memberikan yang terbaik selama semua pertandingan," ucap Mauricio.
"Bekerja keras, seperti yang telah kita lakukan di tengah hujan, di bawah terik matahari, bekerja keras. Karena saya yakin kita sangat dekat untuk berada di puncak klasemen."
"Kita tahu kesalahan yang telah kita buat, baik kita maupun klub. Dan kita berharap jika semuanya berjalan dengan baik, jika semuanya terus seperti ini, kita tidak akan membuat kesalahan yang sama," kata Mauricio.