Mauro Icardi Berpeluang Kembali Merumput di Serie A Italia

Mauro Icardi Berpeluang Kembali Merumput di Serie A Italia

Penyerang asal Argentina Mauro Icardi berpotensi besar untuk kembali merumput di kompetisi Serie A Italia pada musim depan. Seperti dilansir dari Detik Sport, sejumlah klub papan atas Italia dikabarkan siap menjadi pelabuhan baru bagi sang striker.

Pemain lini depan tersebut telah meninggalkan Italia sejak tahun 2019 setelah direkrut oleh Paris Saint-Germain. Dia kemudian berpindah ke Galatasaray pada 2022 dan menjelma menjadi pilar andalan lewat torehan 77 gol serta 25 assist dari total 144 laga.

Kinerja impresif itu tetap terjaga meskipun dirinya sempat dibekap cedera ligamen lutut sewaktu berseragam Galatasaray. Masa bakti sang penyerang di klub Turki tersebut akan segera kedaluwarsa pada 30 Juni mendatang, dan hingga kini belum terdapat sinyal terkait perpanjangan kontrak.

Kondisi ini memicu kabar bahwa dirinya siap membuka diri untuk pulang ke Italia. Kompetisi kasta tertinggi Negeri Menara Pisa itu merupakan panggung yang membesarkan namanya sejak tahun 2011 silam.

Menurut laporan Calciomercato, beberapa tim raksasa seperti Juventus, AC Milan, dan AS Roma sudah mulai melancarkan pendekatan. Ketiga klub elit tersebut tengah berburu amunisi baru untuk mengisi pos lini serang mereka.

Juventus memerlukan sosok anyar guna menggantikan posisi Dusan Vlahovic yang dipastikan tidak memperpanjang masa baktinya. Sementara itu, AC Milan juga giat berburu penyerang berkualitas demi mendongkrak performa lini depan yang dinilai kurang optimal sepanjang musim lalu.

Situasi serupa dialami AS Roma yang sedang menjajaki suksesor bagi Paulo Dybala. Pemain internasional Argentina tersebut berpotensi pulang kampung untuk memperkuat Boca Juniors menyusul kontraknya yang akan habis.

Berbekal catatan ketajaman yang teruji di Liga Turki, sang bomber dipandang sebagai opsi jangka pendek yang ideal bagi ketiga raksasa Italia itu. Keuntungan lainnya, klub peminat tidak perlu merogoh kocek untuk biaya transfer.

Kendati demikian, tantangan terbesar bagi klub peminat terletak pada sektor finansial. Mereka wajib melakukan negosiasi ulang terkait gaji sang pemain yang mencapai 7.5 juta euro per tahun di Galatasaray, sebuah nominal yang tergolong tinggi untuk standar klub Italia saat ini.

Artikel terkait

Rekomendasi