Mawar Eva de Jongh Lulus Sarjana Ilmu Komunikasi di UPH

Mawar Eva de Jongh Lulus Sarjana Ilmu Komunikasi di UPH

Aktris sekaligus penyanyi Mawar Eva de Jongh resmi menyelesaikan studi sarjana Ilmu Komunikasi. Figur publik muda ini menuntaskan pendidikannya melalui Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) di Universitas Pelita Harapan (UPH), seperti dilansir dari Suara.

Kesibukan jadwal syuting dan aktivitas padat di dunia hiburan tidak menghalangi dirinya untuk menomorsatukan pendidikan. Bagi Mawar Eva de Jongh, perkuliahan tersebut menjadi wadah untuk bertumbuh secara personal, bukan sekadar memburu gelar akademik semata.

Sistem pembelajaran jarak jauh sengaja dipilih demi mendapatkan fleksibilitas waktu. Metode ini dinilai cocok untuk menyeimbangkan ritme kerjanya di panggung hiburan tanah air.

"Aku bukan cuma belajar Ilmu Komunikasi lebih dalam, tapi juga merasa berkembang secara personal dan rohani. Semoga aku bisa terus memberikan impact yang baik lewat karya dan ilmu yang aku punya," ujar Mawar.

Langkah Mawar Eva de Jongh dalam melanjutkan pendidikan di tengah puncak karier menjadi stimulus positif bagi generasi muda. Dirinya turut membagikan pesan penyemangat bagi publik yang sedang berjuang membagi waktu antara kerja dan kuliah.

"Untuk teman-teman yang sedang belajar atau juga berada di industri hiburan, tetap semangat, tentukan tujuan kalian, dan percaya kalau kalian pasti bisa," katanya.

Prosesi pelantikan wisuda Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 UPH ini berlangsung pada 7–8 Mei 2026. Acara seremonial tersebut diselenggarakan di Kampus Lippo Village, Karawaci, Tangerang, dengan total 4.469 lulusan dari berbagai jenjang.

Acara wisuda UPH tersebut juga diwarnai dengan pemberian penghargaan sakral bagi tokoh kemanusiaan. Gelar Doktor Honoris Causa dianugerahkan kepada Wallace Wiley atau Dr. Wally atas kontribusinya di pedalaman Papua.

Pria yang kini menginjak usia 78 tahun tersebut telah mendedikasikan hampir lima dekade hidupnya demi membuka akses edukasi. Wallace Wiley merintis jalur pendidikan setelah melihat keterbatasan sumber daya manusia lokal saat bertugas di Mission Aviation Fellowship (MAF).

Kondisi aviasi dan pendidikan yang minim menggerakkan hatinya untuk mendirikan infrastruktur sekolah di area terpencil. Dedikasi panjang ini menghasilkan lebih dari 17 sekolah yang berdiri mulai dari tingkat TK hingga SMA.

Rasa cinta terhadap bumi cendrawasih membuat Wallace Wiley mengambil keputusan besar pada tahun 2019. Ia resmi beralih status menjadi warga negara Indonesia demi memantapkan pelayanan pendidikannya.

Saat menyampaikan orasi ilmiah, Wallace Wiley menyebutkan bahwa perjalanan hidupnya mengalir tanpa rencana mutlak. Ia mengaku sempat mengejar parameter kesuksesan materi dan popularitas, sebelum akhirnya menemukan kedamaian dalam melayani sesama.

"Ketika Tuhan bertanya, ‘Apa yang kamu miliki?’ apa pun itu, baik pendidikan, kemampuan, maupun kesempatan, serahkanlah semuanya kepada-Nya dan biarkan Tuhan yang memimpin langkah kita," ujarnya.

Artikel terkait

Rekomendasi