Maxence Lacroix Tolak Perpanjangan Kontrak di Crystal Palace

Maxence Lacroix Tolak Perpanjangan Kontrak di Crystal Palace

Bek tengah Crystal Palace, Maxence Lacroix, dilaporkan segera meninggalkan klub pada bursa transfer musim panas 2026 setelah menolak negosiasi perpanjangan kontrak di Selhurst Park demi bergabung dengan tim yang bermain di Liga Champions.

Kabar mengenai rencana kepindahan pemain asal Prancis berusia 26 tahun tersebut pertama kali dilaporkan oleh jurnalis RMC Sport, Fabrice Hawkins, menjelang pertandingan domestik terakhir Liga Utama Inggris melawan Arsenal pada Minggu, 24 Mei 2026.

Sejumlah klub raksasa Inggris seperti Chelsea, Liverpool, dan Manchester United kini bersiap memperebutkan mantan pemain Wolfsburg tersebut dengan nilai transfer minimal mencapai 40 juta euro.

Manajemen Crystal Palace sebenarnya berniat memperpanjang masa bakti Lacroix hingga tahun 2030 atau 2031 disertai kenaikan gaji, terutama setelah kehilangan Marc Guehi yang pindah ke Manchester City awal tahun ini, namun sang pemain tetap berkomitmen mencari tantangan baru.

Dilansir dari Sports Boom, Chelsea menjadi salah satu peminat paling serius dan siap menyodorkan proposal kreatif berupa uang tunai sebesar 40 juta euro ditambah bek Tosin Adarabioyo, sementara Manchester United yang kini diarsiteki Michael Carrick juga turut memantau situasi untuk menambah kedalaman lini belakang mereka.

Lacroix menarik minat banyak klub elite Eropa karena memiliki statistik impresif dengan tingkat kesuksesan 61 persen dalam duel udara maupun intersep di darat, serta tercatat sebagai bek tercepat di Liga Inggris musim ini dengan kecepatan maksimal mencapai 35,39 kilometer per jam.

Di tengah spekulasi kepindahannya, Lacroix menegaskan fokus penuhnya untuk membantu skuad asuhan Oliver Glasner dalam laga final UEFA Conference League melawan wakil Spanyol, Rayo Vallecano.

"We've got to focus on details because it's going to be a big game." ujar Maxence Lacroix, Bek Crystal Palace.

Pemain yang didatangkan Palace pada tahun 2024 dengan biaya 18 juta euro ini menambahkan bahwa timnya harus menjaga konsentrasi penuh karena laga final hanya berlangsung satu kali melawan tim yang sangat bagus.

"It's just one game, so we have to be ready, we have to be focused." kata Maxence Lacroix, Bek Crystal Palace.

Ia juga memuji rekam jejak Glasner yang dinilai membawa dampak besar bagi mentalitas tim sejak kedatangannya ke London Selatan.

"We play against a really good team, so I think we have our chance, but we have to be professional." ujar Maxence Lacroix, Bek Crystal Palace.

Menurutnya, pengalaman Glasner yang pernah menjuarai Liga Europa menjadi modal berharga bagi para pemain untuk mengatasi tekanan di partai puncak.

"He won the Europa League, so he knows how stressful it is and how you have to prepare for this type of occasion." kata Maxence Lacroix, Bek Crystal Palace.

Lacroix menekankan pentingnya bagi seluruh pemain untuk tetap disiplin dan fokus pada setiap detail di setiap menit pertandingan demi membawa pulang trofi juara.

"He gave us everything that we need to win, he knows that this is really important because the high level of football is about details." ujar Maxence Lacroix, Bek Crystal Palace.

Sejak pertama kali menginjakkan kaki di tempat latihan, Glasner diklaim berhasil menanamkan mental petarung yang kuat ke dalam diri para pemain The Eagles.

"You have to be focused on every single detail, every single minute, so this is really important for us to win this trophy." kata Maxence Lacroix, Bek Crystal Palace.

Atas dasar dedikasi tersebut, seluruh anggota skuad berkomitmen untuk tampil habis-habisan sebagai bentuk apresiasi kepada sang manajer.

"When he came in the training ground, he gave us the desire to fight. This is also really important." ujar Maxence Lacroix, Bek Crystal Palace.

Pemain belakang tersebut menegaskan kembali profesionalisme sang pelatih yang membuat para pemain rela memberikan segalanya di lapangan.

"He's really a professional and we want to give everything for him. He gave us everything we need." kata Maxence Lacroix, Bek Crystal Palace.

Ketika diminta merefleksikan perjalanan sepanjang musim ini, Lacroix mengakui ada banyak momen luar biasa yang dilalui tim, termasuk laga kandang melawan Fiorentina dan babak semifinal melawan Shakhtar Donetsk.

"We've had a lot to be honest," tambah Maxence Lacroix, Bek Crystal Palace.

Meskipun menganggap Shakhtar Donetsk sebagai tim tangguh, Lacroix berharap momen puncak terbaiknya bersama Palace baru akan tercipta pada pertandingan final mendatang.

"But the game against Fiorentina at home was good." ujar Maxence Lacroix, Bek Crystal Palace.

Ia sangat berharap bisa menutup perjalanannya bersama klub dengan raihan trofi juara kompetisi Eropa sebelum memutuskan pelabuhan barunya.

"I really liked the Shakhtar game also [in the semi-final]. Shakhtar was a really good team." kata Maxence Lacroix, Bek Crystal Palace.

Hingga saat ini, belum ada kesepakatan resmi yang terjalin antara Crystal Palace dengan klub peminat manapun karena proses negosiasi transfer sang pemain diperkirakan baru akan dimulai secara resmi setelah seluruh rangkaian kompetisi Eropa selesai dilaksanakan.

"But the best moment will be to come. I hope it's going to be in the Final." ujar Maxence Lacroix, Bek Crystal Palace.

Sebelumnya, saat pertama kali diperkenalkan sebagai pemain Crystal Palace pada tahun 2024, Lacroix sempat mendeskripsikan karakteristik permainan yang menjadi modal utamanya di lini belakang.

"I'm a strong defender, I'm quick, I'm good with the ball and I like defending." kata Maxence Lacroix, Bek Crystal Palace.

Artikel terkait

Rekomendasi