Kylian Mbappe Tuai Kritik Keras Akibat Liburan Saat Cedera Hamstring

Kylian Mbappe Tuai Kritik Keras Akibat Liburan Saat Cedera Hamstring

Presiden Real Madrid Florentino Perez dan jutaan pendukung Los Blancos mengecam keras tindakan Kylian Mbappe yang kedapatan berlibur ke Sardinia, Italia, pada 1 Mei 2026 saat sedang menjalani masa pemulihan cedera hamstring. Kekecewaan ini mencuat di tengah upaya keras klub mengejar ketertinggalan poin dari Barcelona dalam perebutan gelar juara LaLiga musim 2025/2026.

Laporan El Periodico menyebutkan bahwa Florentino Perez merasa kecewa karena berharap penyerang berusia 27 tahun itu fokus mempercepat kesembuhannya demi memperkuat tim di sisa empat laga krusial. Real Madrid saat ini berada di peringkat kedua klasemen dengan selisih 11 poin dari Barcelona, dan kekalahan pada laga El Clasico mendatang dipastikan akan mengakhiri peluang juara mereka.

Kekecewaan publik juga berujung pada aksi nyata melalui petisi daring di aplikasi Replit yang menuntut agar Mbappe segera meninggalkan klub karena dianggap tidak profesional. Hingga saat ini, petisi tersebut telah ditandatangani oleh hampir 2 juta orang yang marah setelah melihat foto-foto Mbappe bersantai di atas yacht mewah dan restoran saat tim sedang dalam performa menurun.

Pihak perwakilan pemain segera memberikan klarifikasi terkait polemik yang melibatkan mantan bintang PSG tersebut untuk meredam kritik publik yang kian memanas.

"Sebagian kritik tersebut berasal dari interpretasi berlebihan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan masa pemulihan yang dikelola secara ketat oleh klub," bunyi pernyataan perwakilan Mbappe kepada AFP.

Pihak manajemen pemain menegaskan bahwa seluruh kegiatan Mbappe di luar lapangan tetap berada di bawah pengawasan tim medis dan tidak mengganggu proses penyembuhannya.

"Itu tidak mencerminkan kenyataan tentang komitmen dan kerja keras Kylian setiap hari untuk tim," lanjutnya.

Di sisi lain, pelatih Alvaro Arbeloa memberikan tanggapan yang lebih diplomatis terkait aktivitas pribadi anak asuhnya namun tetap menginginkan integritas di lapangan.

"Setiap pemain melakukan apa yang dianggapnya tepat di waktu luangnya," kata Arbeloa.

Arbeloa menambahkan bahwa fokus utamanya sebagai pelatih adalah performa teknis, meski ia memberikan catatan mengenai standar pemain yang dibutuhkan oleh klub sebesar Real Madrid.

"Itu bukan urusanku. Kami tidak membangun Real Madrid dengan pemain yang mengenakan tuksedo," ujar Arbeloa.

Pelatih asal Spanyol itu menegaskan bahwa identitas klub dibangun melalui perjuangan fisik yang terlihat jelas saat pertandingan berlangsung.

"Namun, dengan pemain yang menyelesaikan pertandingan dengan kaus mereka berlumuran keringat dan lumpur, berkat usaha, pengorbanan, dan konsistensi mereka," tuturnya menambahkan.

Manajemen klub kini telah menginstruksikan tim medis untuk memantau ketat kondisi fisik Mbappe agar sang striker bisa diturunkan pada pertandingan krusial melawan Barcelona. Laga El Clasico tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, 11 Mei 2026, pukul 02.00 WIB di saat Madrid berupaya menghindari musim tanpa gelar setelah tersingkir dari Liga Champions dan Copa del Rey.

Artikel terkait

Rekomendasi