Kylian Mbappe Hadapi Tekanan Internal dan Rumor Transfer di Real Madrid

Kylian Mbappe Hadapi Tekanan Internal dan Rumor Transfer di Real Madrid

Masa depan penyerang Real Madrid Kylian Mbappe menjadi sorotan tajam setelah munculnya petisi daring dari para suporter dan laporan keretakan hubungan dengan rekan setimnya, Vinicius Jr, di tengah isu pergantian manajer ke Jose Mourinho pada Mei 2026.

Dilansir dari Tribuna, gelombang protes fan muncul melalui petisi daring yang menuntut manajemen Los Blancos menjual Mbappe setelah raksasa Spanyol tersebut mencatatkan hasil nirgelar selama dua musim berturut-turut.

Mantan striker Real Madrid Fernando Morientes memberikan pembelaan terbuka terkait tekanan masif yang dihadapi oleh penyerang asal Prancis tersebut.

"Petisi online puluhan juta? Itu nggak kredibel," cetus Morientes.

Morientes menilai bahwa penolakan tersebut bisa saja digerakkan oleh pihak luar yang tidak menyukai internal El Real.

"Bisa saja itu diklik suporter Barcelona atau orang-orang yang nggak suka sama Madrid," tambahnya.

Meskipun Mbappe sukses mengemas total 85 gol dari 102 pertandingan, kegagalan tim merengkuh trofi domestik maupun kompetisi Eropa membuat dirinya terus dijadikan kambing hitam.

"Mbappe selalu bisa kemas mendekati 50 gol, maka tidak perlu didebatkan," tegas Morientes.

Legenda pemilik 100 gol untuk Madrid itu menambahkan bahwa performa individu sang pemain sebenarnya sudah berada di level tertinggi.

"Mbappe jalani musim-musim fantastis individu fantastis buatnya. Namun ketika Real Madrid gagal juara, selalu saja ada yang disalahkan," tutup Morientes.

Di sisi lain, laporan dari El Chiringuito TV mengungkapkan adanya ketegangan internal antara Mbappe dan Vinicius Jr yang diduga saling berebut pengaruh dominasi merek serta kepemimpinan di dalam ruang ganti skuad.

Kondisi isolasi Mbappe kian diperparah oleh isu renggangnya hubungan sang pemain dengan manajer Alvaro Arbeloa setelah ia sempat meluapkan kekesalannya secara terbuka kepada publik.

"Manajer mengatakan kepadaku bahwa aku adalah penyerang pilihan keempat," kata Mbappe.

Kabar miring ini sempat meluas ke media sosial hingga menyeret nama mantan gelandang Los Blancos, Toni Kroos, yang diisukan mengkritik sikap Mbappe.

Kroos langsung memberikan bantahan resmi secara singkat melalui akun media sosial pribadinya demi meredakan spekulasi liar netizen.

"Lie," tulis Kroos.

Sementara itu, rumor ketidakpastian karier Mbappe di Spanyol langsung memicu pergerakan agresif dari sejumlah klub papan atas Premier League, termasuk Chelsea dan Liverpool.

Mantan pesepak bola dan pelatih Tim Sherwood memberikan analisisnya melalui Sky Sports News mengenai nasib Mbappe apabila Jose Mourinho resmi melatih Madrid.

"If you don’t want to play for Jose Mourinho, if you’re Mbappe, you’re out the door. The fans are rushing him out of town anyway." kata Sherwood.

Sherwood menambahkan bahwa otoritas penuh dari Mourinho akan menjadi penentu utama kelanjutan karier sang megabintang di Santiago Bernabeu.

"Mbappe will leave the football clu, unless Jose gets him on side. And then he’ll thank Jose for keeping him in the biggest club in the world." ujar Sherwood.

Berdasarkan laporan Fichajes, Chelsea yang kini dinakhodai oleh Xabi Alonso dikabarkan siap menebus Mbappe dengan tawaran fantastis senilai 150 juta euro atau sekitar Rp3 triliun.

Pakar sepak bola Eropa Andy Brassell menyarankan manajemen The Blues untuk melengkapi proyek jangka panjang tersebut dengan mendatangkan figur-figur berpengalaman lainnya.

"They need experience," kata Brassell.

Brassell menilai kemampuan manajerial Alonso dalam mengolah taktik akan sangat terbantu dengan kehadiran kombinasi pemain muda dan pilar senior.

"He's [Alonso] so good at developing young players," lanjut Brassell.

Selain lini serang, Brassell juga merekomendasikan Chelsea untuk segera membenahi sektor penjaga gawang utama.

"If you can combine experience and a new top-class goalkeeper, I think most Chelsea fans would say that's the first one you've got to go and get. For me, it's Gregor Kobel of Borussia Dortmund." ujar Brassell.

Evaluasi menyeluruh pada lini pertahanan dianggap menjadi agenda mendesak yang harus diselesaikan oleh manajemen London Barat tersebut.

"The defence definitely needs work. I think in terms of that middle place between experience and youth, I wonder whether Alessandro Bastoni would be the one." kata Brassell.

Brassell memprediksi bahwa bek asal Italia tersebut berpeluang besar meninggalkan Inter Milan pada bursa transfer musim panas mendatang.

"We know that he's likely to leave Inter this summer," tambah Brassell.

Langkah mendatangkan penyerang Real Madrid dipandang sebagai momentum krusial yang dapat mengubah peta kekuatan sepak bola modern di Eropa.

"Third one, I'm going to go there, Kylian Mbappe." kata Brassell.

Artikel terkait

Rekomendasi