Rencana taktis pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menjelang turnamen ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 menuai sorotan tajam dari negara tetangga. Seperti diberitakan oleh Suara, media Vietnam secara terbuka bereaksi terhadap bocoran komposisi pemain yang akan diandalkan oleh juru taktik asal Inggris tersebut.
Skuad Garuda diklaim bakal tampil dengan wajah yang sangat berbeda dalam turnamen sepak bola paling bergengsi di Asia Tenggara ini. John Herdman sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa pasukannya dalam gelaran Piala AFF 2026 nanti hampir sepenuhnya akan mengandalkan materi pemain yang berlaga di kompetisi domestik.
Langkah ini terpaksa diambil lantaran para pilar Indonesia yang berkarier di benua Eropa diyakini kuat tidak dapat dilepas oleh klub mereka masing-masing. Turnamen ini diselenggarakan di luar jendela kalender resmi FIFA, sehingga klub-klub Eropa tidak memiliki kewajiban regulasi untuk merestui para pemainnya membela tim nasional.
Oleh sebab itu, mantan pelatih kepala Timnas Kanada ini bermaksud memanfaatkan pemusatan latihan pada akhir Mei ini untuk menyaring dan menguji kualitas para pemain lokal. Demi menyukseskan agenda tersebut, sebanyak 23 nama pemain telah dipanggil untuk mengikuti sesi latihan perdana di Jakarta.
"Mei untuk para pemain lokal kami. Kami harus mengandalkan mereka untuk ASEAN Championship," kata Herdman.
"Para pemain kami yang berkarier di Eropa tidak akan bisa ikut serta. FIFA tidak akan mengizinkan mereka untuk berpartisipasi berdasarkan peraturan yang ada," imbuhnya.
Keputusan berani Herdman yang bertumpu pada talenta lokal ini memicu reaksi dingin dari media Vietnam, BTV. Ketertarikan mereka sangat wajar mengingat kedua negara berada dalam satu blok persaingan yang panas di Grup A bersama Singapura, Kamboja, serta pemenang babak kualifikasi antara Brunei Darussalam dan Timor Leste.
Dalam ulasannya, BTV melontarkan pandangan sinis bahwa absennya barisan pemain abroad asal Eropa akan mengembalikan gaya bermain Indonesia ke bentuk aslinya atau sering diistilahkan netizen sebagai setelan pabrik. Mereka berargumen bahwa kekuatan sejati skuad Garuda saat ini sepenuhnya bertumpu pada materi pemain naturalisasi yang berkiprah di Eropa.
"Terlepas dari apa yang dikatakan pelatih Herdman, satu fakta yang tak terbantahkan adalah kekuatan Indonesia saat ini berasal dari kelompok pemain Eropa-nya," tulis laporan BTV.
"Jay Idzes, Thom Haye, Calvin Verdonk, Kevin Diks, dan Maarten Paes tidak hanya meningkatkan kualitas individu sepak bola Indonesia tetapi juga mengubah filosofi permainan." sambung mereka.
Menurut media tersebut, keberadaan para pemain kelas Eropa ini telah meningkatkan kematangan bermain skuad asuhan John Herdman secara drastis dalam berbagai aspek. Hal itu meliputi distribusi bola yang lebih baik, tekanan yang lebih terkoordinasi, tempo permainan yang lebih stabil, dan ketenangan yang lebih besar dalam pertandingan besar.
BTV memprediksi bahwa tanpa pilar-pilar tangguh tersebut, permainan Indonesia akan kehilangan konsistensinya dan kembali ke pola permainan konvensional yang mengandalkan kecepatan fisik semata.
"Tanpa kelompok pemain ini, Indonesia akan kembali ke bentuk tradisionalnya, yakni bertempo cepat, penuh emosi, persaingan sengit, tetapi tidak konsisten," lapor media Vietnam itu.
"With kata lain, Indonesia di ASEAN Championship 2026 kemungkinan besar tidak akan lagi menjadi versi Asia Tenggara dari Belanda, tidak seperti citra yang mereka proyeksikan selama Kualifikasi Piala Dunia 2026. Ini jelas merupakan kabar baik bagi Timnas Vietnam," tulis BTV lagi.
Turnamen ASEAN Championship 2026 sendiri dijadwalkan bakal bergulir mulai tanggal 24 Juli hingga 28 Agustus mendatang. Timnas Vietnam datang dengan motivasi berlipat ganda karena menyandang status sebagai juara bertahan setelah menumbangkan Thailand di babak final pada edisi sebelumnya di tahun 2024.