Umat Islam bersiap menyambut kedatangan bulan Muharram 1448 H. Rasulullah SAW sangat menganjurkan kaum muslimin untuk melaksanakan ibadah puasa pada tanggal 10 di bulan tersebut.
Amalan ibadah pada tanggal 10 Muharram ini dikenal secara luas dengan sebutan puasa Asyura. Rasulullah SAW sendiri mengamalkan puasa ini dan memerintahkan umatnya untuk turut mengerjakannya.
Kewajiban sunnah ini bersandar pada sebuah hadits sahih berikut:
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ مُتَّفَقٌ عليه
Artinya: "Dari Ibnu Abbas RA bahwa Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura dan menyuruh untuk berpuasa pada hari itu." (Muttafaq 'alaih)
Dilansir dari Detikcom, penjelasan dalam Syarah Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa anjuran tersebut memiliki hukum sunnah muakkadah atau sangat ditekankan.
Sebelum ajaran Islam meluas, ibadah puasa pada hari Asyura ternyata sudah biasa dilakukan oleh umat-umat terdahulu. Orang-orang Yahudi di Madinah tercatat memuliakan hari tersebut dengan berpuasa.
Konteks sejarah ini terekam dalam sebuah riwayat yang menjelaskan dialog antara Rasulullah SAW dengan kaum Yahudi terkait alasan mereka berpuasa pada hari Asyura.
Ibnu Abbas RA mengisahkan peristiwa tersebut melalui hadits berikut:
"Ketika tiba di Madinah, Rasulullah SAW mendapati orang-orang Yahudi melakukan puasa Asyura. Kemudian Rasulullah SAW bertanya, 'Hari yang kalian berpuasa ini hari apa?' Orang-orang Yahudi tersebut menjawab, 'Ini adalah hari yang sangat mulia. Ini adalah hari di mana Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya. Ketika itu pula Firaun dan kaumnya ditenggelamkan. Musa berpuasa pada hari ini dalam rangka bersyukur, maka kami pun mengikuti beliau berpuasa pada hari ini.' Kemudian Rasulullah SAW bersabda, 'Kita seharusnya lebih berhak dan lebih utama mengikuti Musa daripada kalian." Lalu setelah itu Rasulullah SAW memerintahkan kaum muslimin untuk berpuasa." (HR Muslim)
Keutamaan Menghapus Dosa Setahun
Ibadah sunnah ini menyimpan keistimewaan yang sangat besar bagi yang mengerjakannya. Rasulullah SAW menegaskan bahwa ganjaran puasa ini dapat melebur dosa-dosa yang telah lalu.
Penjelasan mengenai keutamaan tersebut termaktub dalam hadits riwayat Abu Qatadah RA:
وَعَنْ أَبِي قَتَادَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ سُئِلَ عَنْ صِيَAMِ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، فَقَالَ: «يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ رَوَاهُ مُSْلِمٌ.
Artinya: "Dari Abu Qatadah RA bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa hari Asyura. Beliau menjawab, 'Puasa tersebut dapat melebur dosa setahun yang lalu'." (HR Muslim)
Hadits tersebut dimuat oleh Imam Muslim dalam kitab Puasa pada bab yang mengatur tentang anjuran puasa Asyura tiga hari.
Jadwal Pelaksanaan di Tahun 2026
Pelaksanaan puasa Asyura secara berkala dilakukan setiap tanggal 10 Muharram. Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang dirilis resmi oleh Kementerian Agama RI, tanggal 10 Muharram 1448 H bertepatan dengan hari Kamis, 25 Juni 2026.
Momen pelaksanaan pada tahun ini menjadi istimewa karena bertepatan langsung dengan jadwal puasa sunnah hari Kamis.
Bacaan Niat Puasa Asyura
Bagi umat muslim yang ingin menjalankan ibadah ini, berikut adalah lafal niat yang dapat dibaca:
Nawaitu shauma 'asyura sunnatan lillaahi ta'aala.
Artinya: "Aku berniat puasa Asyura, sunnah karena Allah Ta'ala."