Pemerintah Amerika Serikat mengonfirmasi keterlibatan agen Imigrasi dan Bea Cukai atau ICE untuk mengamankan jalannya Piala Dunia 2026. Kompetisi sepak bola bergengsi tersebut akan diselenggarakan di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Kepastian mengenai pengerahan personel pengamanan ini disampaikan langsung oleh Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Markwayne Mullin, seperti dilansir dari Suara.
Dalam keterangannya, Markwayne Mullin menegaskan bahwa kehadiran personel ICE bukan bertujuan untuk menggelar operasi pemeriksaan imigrasi dalam skala besar kepada para penonton.
Otoritas terkait menyatakan bahwa lembaga tersebut tetap berjalan sesuai dengan fungsinya dalam koridor penegakan hukum kriminal.
"ICE selalu melakukan penegakan imigrasi. Kami akan terus melakukannya, tetapi kami tidak hadir hanya untuk tujuan itu," kata Mullin.
"Kami ada di sana untuk menjalankan tugas kami, yaitu penegakan hukum imigrasi dan bea cuis," lanjutnya.
Saat merespons pertanyaan terkait potensi adanya tindakan penangkapan sepanjang turnamen sepak bola tersebut, Markwayne Mullin menyatakan tindakan hukum tetap berlaku bagi individu yang terbukti melakukan pelanggaran pidana.
"Kami selalu mencari yang paling berbahaya. Kami akan terus melakukan itu," ujarnya.
Isu mengenai sistem keamanan pada turnamen ini mencuat setelah federasi sepak bola internasional, FIFA, menetapkan bahwa negara Iran tetap berpartisipasi dalam kompetisi.
Kendati demikian, pihak kementerian membantah spekulasi mengenai rencana operasi penertiban masif yang menyasar para pendukung sepak bola internasional.
"Kami tidak datang untuk mengumpulkan massa orang," tegasnya.
Menurut penjelasan Markwayne Mullin, penugasan agen keamanan dalam kegiatan olahraga berskala besar merupakan prosedur standar yang kerap dilakukan, termasuk pada perhelatan Super Bowl.
Ia juga menambahkan bahwa persepsi publik terhadap institusi tersebut kerap menjadi kontroversial karena pengaruh pemberitaan media massa serta dinamika politik domestik.
Piala Dunia 2026 sendiri dijadwalkan bergulir mulai tanggal 11 Juni di Mexico City dengan pertandingan pembuka antara tim tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan.
Sejumlah laga di wilayah Amerika Serikat akan didistribusikan ke beberapa kota, termasuk di negara bagian Texas.
Stadion Dallas dipersiapkan untuk menggelar sembilan pertandingan yang mencakup babak gugur, sementara wilayah Houston mendapatkan jatah penyelenggaraan tujuh pertandingan.