Met Gala 2026 Usung Tema Seni Busana di Tengah Protes Boikot

Met Gala 2026 Usung Tema Seni Busana di Tengah Protes Boikot

Sejumlah bintang dunia menghadiri perhelatan Met Gala 2026 di Metropolitan Museum of Art, New York, pada Senin malam, 4 Mei 2026 waktu setempat, untuk menggalang dana bagi Costume Institute. Acara tahun ini mengusung tema pameran "Costume Art" dengan aturan busana "Fashion is Art" yang mengeksplorasi hubungan antara seni dan bentuk tubuh manusia.

Met Gala 2026 yang dipimpin oleh Anna Wintour bersama co-chair Beyoncé, Nicole Kidman, dan Venus Williams ini dilaporkan berhasil mengumpulkan dana pemecahan rekor sebesar 42 juta dolar AS menurut laporan Yahoo. Namun, di balik kemegahannya, acara ini menghadapi gelombang protes dan seruan boikot terkait keterlibatan pendiri Amazon, Jeff Bezos, dan istrinya Lauren Sanchez sebagai sponsor utama.

Aksi protes terjadi di luar museum dengan pemasangan poster anti-Bezos di berbagai sudut Manhattan serta peletakan botol-botol sebagai simbol kritik terhadap kondisi kerja di Amazon. Dilansir dari BBC, keterlibatan keluarga Bezos yang menyumbangkan 10 juta dolar AS memicu ketidaksenangan sejumlah pihak di industri mode dan politik, termasuk pengunduran diri beberapa tamu undangan.

Mantan kepala eksekutif grup Yoox Net-a-porter, Federico Marchetti, memberikan kritik terbuka melalui media sosial terkait kontribusi tersebut.

"Jeff Bezos, please start paying the fair amount of taxes before sponsoring anything you want," kata Federico Marchetti.

Di atas karpet merah, Venus Williams menyoroti inklusivitas pameran tahun ini yang menggunakan manekin berdasarkan pemindaian tubuh nyata, termasuk tubuh difabel dan bentuk tubuh hamil. Williams menilai pameran tersebut sangat relevan dengan tekanan standar kecantikan saat ini.

"a perfect fit for me," ujar Venus Williams, atlet tenis.

Williams menambahkan bahwa keberagaman merupakan aspek penting yang harus ditonjolkan dalam industri fashion global.

"It’s even more important today because people feel so much pressure to look a certain way. Though there’s so much beauty in difference," cetus Venus Williams.

Sejumlah pesohor tampil dengan interpretasi seni yang unik, seperti Heidi Klum yang bertransformasi menjadi patung marmer hidup. Melalui unggahan di Instagram, Klum menjelaskan antusiasmenya terhadap kolaborasi antara mode dan karya seni.

"I love fashion, I love art, and I especially love when the two collide," tulis Heidi Klum, supermodel.

Klum menegaskan bahwa setiap kostum yang ia kenakan merupakan bentuk dedikasi terhadap nilai seni murni dan proses transformasi kreatif.

"I never take the easy way out," tutur Heidi Klum kepada People.

Model kawakan tersebut merasa tantangan dalam membuat kostum adalah bagian dari upaya memberikan inspirasi kepada masyarakat luas.

"People say, ‘Why the heck are you doing this?’ I do it for the art of it, of transformation, of surprising people also. It’s like a life performance art thing in a way because you see so much AI and things are being photographed, repatched, this, that and the other," jelas Heidi Klum.

Ia berharap penampilannya dapat memicu kreativitas bagi siapa saja yang melihatnya secara langsung maupun melalui media.

"I always try to come up with something that is giving people an ‘ooh’ and ‘ahh’ and a wow because I want to inspire people to also do something creative," tambah Heidi Klum.

Aktor Dwayne Johnson juga menarik perhatian dengan mengenakan rok lipit Thom Browne sebagai penghormatan terhadap budaya Polinesia. Johnson menjelaskan alasan pemilihan busananya kepada awak media saat tiba di lokasi acara.

"First, [Thom Browne’s team] sent the illustrations over and [asked], ‘Hey, is Deej going to be cool with this pleated skirt?’ And I was like, ‘Look, in our culture, Polynesian culture, we rock lavalavas, we rock skirts,’" ungkap Dwayne Johnson kepada Variety.

Bintang film tersebut menekankan bahwa pakaian tersebut tidak mengurangi maskulinitas seorang pria dalam konteks budayanya.

"The most masculine men, not that I’m one of them, but the most masculine men wear lavalavas and skirts," kata Dwayne Johnson.

Teyana Taylor, yang hadir mengenakan busana perak metalik karya Tom Ford, mendeskripsikan tampilan gaunnya yang memberikan efek visual tertentu saat ia berjalan di karpet merah.

"It looks like it’s melting as I move," terang Teyana Taylor kepada Vogue.

Taylor menyebut konsep busananya sebagai perwujudan dari kehadiran fisik yang bersifat fana.

"I like to think of it as the ‘ghost of a body,’ it appears and disappears, appears and disappears as I’m moving," pungkas Teyana Taylor.

Pameran "Costume Art" di Metropolitan Museum of Art dijadwalkan akan dibuka untuk masyarakat umum pada 10 Mei 2026 dan akan berlangsung hingga Januari 2027.

Artikel terkait

Rekomendasi