Acara penggalangan dana bergengsi Met Gala 2026 berhasil mengumpulkan dana sebesar US$ 42 juta atau sekitar Rp 730 miliar bagi Costume Institute di Metropolitan Museum of Art, New York City, pada Senin (4/5/2026). Capaian ini memecahkan rekor perolehan tahun sebelumnya meskipun sempat diwarnai aksi boikot.
Dilansir dari Wolipop, total dana fantastis tersebut telah terhimpun bahkan sebelum para tamu undangan melintasi karpet merah yang ikonis. Peningkatan nilai sumbangan ini tergolong signifikan jika dibandingkan dengan rekor tahun lalu yang menyentuh angka US$ 31 juta.
Direktur sekaligus CEO Metropolitan Museum of Art, Max Hollein, mengungkapkan bahwa perolehan ini menjadi pendukung utama bagi operasional departemen kuratorial seni busana. Dalam pengumumannya, Hollein juga meresmikan pembukaan Condé Nast Galleries guna memperkuat posisi mode sebagai medium seni rupa.
Keberhasilan acara tahunan ini tidak lepas dari peran Anna Wintour yang kembali menjabat sebagai co-chair. Pada penyelenggaraan kali ini, Wintour didampingi oleh figur publik ternama seperti Beyoncé Knowles-Carter, Nicole Kidman, dan Venus Williams untuk memimpin jalannya ajang amal tersebut.
"hari favorit sekaligus paling menegangkan" ujar Anna Wintour, Co-chair Met Gala.
Wintour juga memberikan penghormatan terhadap peran industri mode yang tetap konsisten memberikan dukungan finansial bagi museum dalam berbagai situasi sulit. Ia merujuk pada kontribusi besar sektor fashion selama masa krisis serangan 11 September, epidemi AIDS, hingga periode pandemi COVID-19.
Dukungan besar lainnya datang dari pasangan Jeff Bezos dan Lauren Sánchez yang bertindak sebagai sponsor utama. Kehadiran para donatur besar ini memastikan keberlanjutan pameran bertajuk 'Costume Art' yang secara resmi dibuka melalui rangkaian acara gala tersebut.
"fashion adalah bentuk seni yang layak mendapat investasi masa depan" kata Lauren Sánchez, Sponsor Utama Met Gala.
Sánchez juga menekankan pentingnya adopsi inovasi baru dalam industri mode global. Fokus masa depan yang ia soroti mencakup pengembangan teknologi produksi sutra berkelanjutan sebagai bagian dari transformasi sektor seni busana di masa mendatang.