Mikel Arteta akan memimpin Arsenal melawan PSG di final Liga Champions yang berlangsung di Budapest untuk meraih trofi. Laga ini menjadi pembuktian besar bagi sang manajer di kompetisi tertinggi Eropa tersebut.
Dikutip dari Suara, rekam jejak menunjukkan dominasi klub asal Prancis tersebut sering menjadi batu sandungan bagi Arsenal dalam beberapa musim terakhir. Pertemuan di Budapest nanti diprediksi berjalan sangat ketat.
Berdasarkan data Transfermarkt, rekor Arteta melawan klub-klub Prancis sebenarnya masih cukup terbatas dibandingkan saat menghadapi tim Inggris atau Spanyol. Namun, catatannya menunjukkan persaingan yang sengit.
Dalam tujuh pertemuan kompetitif, catatan rekor Arteta melawan PSG tergolong seimbang dengan dua kemenangan serta dua kekalahan. Tiga pertandingan lainnya berakhir dengan skor sama kuat.
The Gunners sempat menunjukkan taringnya dengan menumbangkan Les Parisiens pada fase grup Liga Champions 2024/2025. Kendati demikian, skuad asuhan Luis Enrique membalas pada musim berikutnya dengan mendepak Arsenal di semifinal.
Selain klub ibu kota tersebut, Arteta juga memiliki pengalaman bertanding melawan wakil Prancis lainnya seperti RC Lens pada fase grup Liga Champions 2023/2024. Arsenal sempat takluk 1-2 di laga tandang sebelum mengamuk dengan kemenangan 6-0 di Emirates Stadium.
Sementara itu, duel menghadapi AS Monaco juga mencatatkan hasil yang berimbang. Kedua tim saling mengalahkan dalam dua kesempatan pertemuan yang terjadi di panggung Liga Champions.
Di sisi lain, Olympique Lyonnais menjadi satu-satunya tim Prancis yang selalu bertekuk lutut di hadapan Arteta. Namun, seluruh hasil positif tersebut hanya diraih dalam turnamen pramusim dan bukan kompetisi resmi UEFA.
Ujian Konsistensi dan Produktivitas Kandang
Walau jumlah bentrokan dengan tim Ligue 1 terhitung minim, Arsenal menunjukkan produktivitas gol yang tinggi kala bermain di markas sendiri. Kemenangan telak enam gol tanpa balas atas Lens menjadi bukti sahih ketajaman armada London Utara.
Namun, PSG tetap menjelma sebagai ujian paling sukar bagi Arteta. Skuad raksasa Prancis itu menjadi satu-satunya tim yang konsisten menghentikan laju impresif Arsenal di kancah Eropa dalam beberapa tahun ke belakang.
Kondisi ini membuat partai puncak Liga Champions 2026 semakin menarik untuk dinantikan. Di satu pihak, Arteta membawa modal rekor kompetitif, sedangkan PSG datang dengan rasa percaya diri tinggi usai berulang kali mematahkan ambisi Arsenal.
Pertandingan di Budapest ini menjadi panggung utama bagi Arteta untuk mengakhiri dominasi sang lawan. Laga ini sekaligus menjadi kesempatan emas mempersembahkan trofi Liga Champions pertama sepanjang karier kepelatihannya di Arsenal.