Winger Arsenal Noni Madueke menuai kritik tajam akibat eksekusi sepak pojok yang buruk saat menghadapi Paris Saint-Germain dalam laga final Liga Champions 2026 di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5/2026).
Kesalahan tersebut memicu kekecewaan besar dari manajer Mikel Arteta dan pelatih bola mati Nicolas Jover di pinggir lapangan. Arsenal yang mengandalkan situasi bola mati sepanjang musim gagal memanfaatkan peluang emas pada babak perpanjangan waktu setelah tendangan Madueke melambung keluar lapangan.
Mantan kapten Liverpool Steven Gerrard yang bertugas sebagai komentator menilai kegagalan tersebut sangat merugikan tim.
"You'd be pulling your hair out if you are Mikel Arteta. What a waste of an opportunity," ujar Steven Gerrard, Komentator Pertandingan.
Gerrard menganggap eksekusi tersebut menyia-nyiakan momentum krusial Arsenal untuk mencetak gol kemenangan. Rekan komentatornya, Ally McCoist, juga menyatakan ketidakpercayaannya terhadap keputusan Madueke di lapangan.
"Can't believe he's done that," cetus Ally McCoist, Komentator Pertandingan.
Selain masalah sepak pojok, Madueke terlibat insiden dengan bek kiri PSG Nuno Mendes di area penalti. Para pemain Arsenal termasuk Declan Rice sempat melayangkan protes keras, namun wasit dan VAR tidak memberikan penalti.
Rice dan Arteta sama-sama diganjar kartu kuning oleh wasit akibat melakukan protes berlebihan di lapangan. Mengenai insiden penalti tersebut, pengamat sepak bola Jack Wilshere bersama Gerrard dan McCoist menilai keputusan wasit sudah tepat karena tidak ada pelanggaran yang jelas.
"we've seen them given," kata Steven Gerrard, Ally McCoist, dan Jack Wilshere, Pengamat Sepak Bola.
Madueke sendiri mengawali pertandingan dari bangku cadangan setelah Arteta memilih memasang Leandro Trossard, Kai Havertz, dan Bukayo Saka sebagai starter. Pemain yang dibeli dari Chelsea senilai 48,5 juta poundsterling musim panas lalu itu baru masuk menggantikan Saka pada menit ke-83.