Kegagalan penalti Gabriel Magalhaes dalam babak adu penalti membuat Arsenal harus merelakan gelar juara Liga Champions kepada Paris Saint-Germain di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5/2026) malam WIB. Dilansir dari Detik Sport, klub berjuluk The Gunners tersebut takluk 3-4 setelah bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu.
Eksekusi penalti dari bek tengah asal Brasil tersebut melambung tinggi di atas mistar gawang Paris Saint-Germain. Penunjukan sang pemain sebagai penendang kelima memicu pertanyaan karena momen tersebut merupakan pengalaman pertamanya mengeksekusi penalti selama berseragam Arsenal.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, memberikan klarifikasi mengenai situasi tersebut dengan menjelaskan bahwa sang bek sendiri yang mengajukan diri. Keputusan ini diambil setelah beberapa algojo utama tim seperti Bukayo Saka dan Kai Havertz telah digantikan sebelum laga usai.
"Dia ingin jadi penendang kelima," ujar Mikel Arteta, Manajer Arsenal.
Arteta juga menambahkan bahwa seluruh skuad sebenarnya telah mengantisipasi dan melatih skenario adu penalti ini dalam sesi latihan mereka.
"Kami sudah bersiap dan berlatih untuk momen ini. Biasanya penendang penalti adalah Bukayo (Saka), Martin (Odegaard), dan Kai (Havertz). Tapi kami tahu kalau pertandingan sampai ke perpanjangan waktu dan penalti, pemain lain yang harus maju," kata Mikel Arteta, Manajer Arsenal.