Mikel Arteta Ungkap Dua Momen Krusial yang Sempat Bikin Ragu Arsenal Juara

Mikel Arteta Ungkap Dua Momen Krusial yang Sempat Bikin Ragu Arsenal Juara

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, membawa timnya mengakhiri puasa gelar Liga Inggris selama 22 tahun setelah terakhir kali merasakannya pada musim 2003/2004. Namun, keberhasilan Meriam London meraih trofi musim ini harus dilalui dengan perjuangan yang tidak mudah akibat tekanan dari Manchester City dan persoalan cedera pemain.

Kepastian gelar juara tersebut diperoleh setelah Manchester City ditahan imbang Bournemouth 1-1 pada pekan ke-37. Hasil itu membuat Manchester City mengoleksi 78 poin dan tidak mungkin mengejar Arsenal yang memimpin puncak klasemen dengan 82 poin karena kompetisi hanya menyisakan satu pertandingan, seperti dilansir dari Detik Sport.

Mikel Arteta mengakui ada dua periode krusial sebelum Natal dan setelah jeda internasional bulan Maret yang sempat membuatnya tidak yakin Arsenal bisa menjadi juara karena badai cedera yang melanda lini depan serta pemain kunci.

"I punya dua momen. Pertama sebelum Natal saat kami punya lini depan yang banyak mengalami cedera. Kedua saat jeda internasional di Maret karena seperti yang katakan kepada pemain, mereka mungkin bisa kembali dua atau tiga pekan tapi akan tak bermain lima atau enam pekan," ujar Arteta dalam wawancara dengan Sky Sports.

"Hal itu mempengaruhi performa kami karena harus bermain setiap tiga hari pada momen penting di musim ini. Maka dari itu, kami tidak bisa hanya bergantung pada empat pemain."

Kondisi tim sempat terpuruk pascajeda internasional setelah Arsenal menelan kekalahan dari Bournemouth dan Manchester City. Situasi tersebut memaksa Mikel Arteta memutar otak dan bekerja keras mengembalikan motivasi serta energi skuad The Gunners hingga akhirnya kembali ke jalur kemenangan.

"Bagi saya, tanda tanya terbesar adalah ketika kami kalah melawan Bournemouth di kandang. Bagaimana kami bereaksi untuk itu. Kemudian, saya meletakkan papan taktik dan mengatakan 'Mikel, harus berpikir soal hal yang lain'," lanjut Arteta.

"Saya harus memikirkan tentang hal yang harus saya sampaikan ke tim. Saya katakan tim ini memiliki banyak energi dan energi tersebut harus disalurkan. Ini tentang membangun koneksi dan memastikan mereka merasa bahwa yang terbaik di dunia," jelasnya.

Artikel terkait

Rekomendasi