Aktris asal Thailand, Mild Lapassalan Jiravechsoontornkul atau yang akrab disapa Wjmild, tengah menjadi pusat perhatian publik akibat tindakannya di media sosial. Dilansir dari Suara, ia menuai kecaman setelah memberikan respons terhadap tuduhan serius yang melibatkan suaminya, Pi Ssott.
Kasus ini bermula ketika adik kandung Pi Ssott, Psi Scott, mengunggah sebuah video yang mendadak viral. Dalam rekaman tersebut, aktivis LGBTQ+ itu mengungkapkan dengan emosional bahwa dirinya telah menjadi korban pelecehan seksual berulang kali oleh kakaknya sejak masa kanak-kanak.
Penderitaan Psi Scott ternyata tidak berhenti di situ. Ia juga mengaku pernah mengalami pelecehan dari pengasuhnya sendiri. Psi menyatakan bahwa seluruh anggota keluarganya mengetahui dugaan tindakan asusila tersebut, namun tidak ada satu pun yang mengambil langkah perlindungan.
Psi Scott mengklaim bahwa upaya untuk mengungkap rahasia kelam keluarga konglomerat pengelola bisnis 'Singha' itu justru berujung pada gugatan hukum dari ibunya sendiri. Ia mengaku sempat berusaha menghubungi Mild sebelum pernikahan sang kakak berlangsung, tetapi upayanya tidak membuahkan hasil.
Setelah isu ini meledak di jagat maya, Mild akhirnya memberikan tanggapan melalui akun Instagram pribadinya. Ia membagikan sebuah video yang berisi klarifikasi langsung dari suaminya untuk menjelaskan situasi dari sudut pandang mereka.
"Dalam tuduhan serius yang muncul, saya ingin menjelaskan situasi ini agar semua orang dapat memahami kebenarannya. Semua yang saya katakan adalah benar, ada bukti, dan keluarga saya tahu segalanya," tulis Mild dalam unggahannya.
Reaksi Publik dan Kontroversi Dukungan
Keputusan Mild untuk mengunggah video tersebut memicu gelombang kemarahan dari netizen. Langkahnya dianggap sebagai bentuk pembelaan terhadap terduga pelaku kekerasan seksual di lingkungan keluarga. Kontroversi semakin memanas karena unggahan itu mendapat dukungan dari sejumlah artis ternama di Thailand.
Dalam pernyataan lanjutannya, Mild menegaskan bahwa pihaknya akan menempuh jalur hukum dan tidak akan lagi memberikan komentar melalui platform media sosial terkait persoalan internal keluarga ini.
"Mulai sekarang, dalam hal hukum, saya tidak akan berbicara melalui media sosial lagi. Saya rasa ini bukan sesuatu yang akan dibahas di sini. Saya memohon pengertian dari semua orang, dari sudut pandang saya. Terima kasih," tutur Mild dalam pernyataan tertulisnya.
Netizen menilai tindakan Mild justru menormalisasi kekerasan seksual. Hingga saat ini, kasus yang melibatkan keluarga konglomerat terpandang di Thailand tersebut masih menjadi perbincangan hangat di berbagai platform digital.