Klub papan bawah Mirassol berhasil menundukkan Fluminense dengan skor tipis 1-0 dalam pertandingan pekan ke-17 Kejuaraan Brasil Serie A di Stadion Jose Maria de Campos Maia pada Sabtu malam.
Gol tunggal kemenangan tim tuan rumah dicetak oleh Denilson, yang sekaligus membuat Fluminense mencatatkan salah satu penampilan terburuk mereka sepanjang tahun 2026 dan meningkatkan tekanan pada pelatih Luis Zubeldia.
Fluminense tampil tidak berdaya sepanjang 90 menit dan hanya mampu melepaskan satu tembakan tepat sasaran melalui sundulan lemah Cano pada menit ke-43 babak kedua.
Kekalahan ini menahan Fluminense di peringkat ketiga klasemen dengan 30 poin, sementara Mirassol tetap berada di zona degradasi posisi ke-18 dengan koleksi 16 poin.
Kiper Fluminense, Fabio, menjadi pemain terbaik di lapangan setelah melakukan serangkaian penyelamatan penting yang menghindarkan tim tamu dari kekalahan dengan skor yang lebih besar.
Penampilan buruk Fluminense dipengaruhi oleh enam perubahan dalam susunan pemain utama akibat masalah fisik dan rotasi taktis, yang memperlihatkan kelemahan lini pertahanan mereka setelah kebobolan dalam sembilan laga beruntun.
Usai pertandingan, pelatih Mirassol memberikan analisis mengenai keseimbangan performa anak asuhnya yang berhasil mencatatkan pertandingan tanpa kebobolan untuk pertama kalinya di kompetisi domestik.
"Foi o primeiro jogo no Campeonato Brasileiro (em que a equipe não foi vazada). Estamos vivendo dois mundos, então corre-se o risco de desvalorizar o que tá sendo feito de muito bom e se enganar por aquilo que está bom. Precisamos encontrar esse ponto de equilíbrio e, na minha visão, ele vem através do desempenho" kata Rafael Guanaes, Pelatih Mirassol.
Ia menambahkan bahwa timnya bermain sangat konsisten dalam menerapkan sistem permainan dan mampu meminimalkan kesalahan individu saat menghadapi tim kuat.
"A gente vem sendo consistente em relação ao sistema. Cometemos alguns erros e, dependendo do nível, e neste que estamos, as equipes não perdoam. Desta vez cometemos pouquíssimos erros e fomos muito consistentes" tutur Rafael Guanaes, Pelatih Mirassol.
Lebih lanjut, ia memuji kerja keras para pemain serta dukungan dari suporter yang membuat strategi serangan balik mereka berjalan efektif untuk melukai pertahanan Fluminense.
"Foi um jogo em que eles tiveram mais a bola, mas conseguimos controlar e tivemos nossos momentos também de posse, de ataques rápidos e conseguir ferir. As melhores chances foram nossas, merecemos muito esse resultado, então é dar parabéns para os jogadores. Da mesma forma que, publicamente, cobrei, agora estou enaltecendo. Primeiro o nosso torcedor, pelo engajamento, e a nossa equipe." ujar Rafael Guanaes, Pelatih Mirassol.
Fluminense selanjutnya akan melakoni laga penentu di Copa Libertadores melawan Deportivo La Guaira pada Rabu, sebelum menghadapi Cruzeiro di Mineirao dalam lanjutan Liga Brasil pada Minggu.
Sementara itu, Mirassol dijadwalkan bertandang ke markas Lanus di Buenos Aires untuk matchday keenam Copa Libertadores pada Selasa, disusul laga tandang kontra Athletico Paranaense pada Sabtu mendatang.