Petenis muda Mirra Andreeva sukses mengamankan gelar juara tunggal putri Grand Slam French Open 2026. Prestasi tersebut diraih setelah dirinya menumbangkan perlawanan Maja Chwalinska di babak final, seperti dilansir dari Detik Sport.
Kemenangan ini mencatatkan namanya sebagai petenis putri Rusia keempat yang berhasil memenangi kategori tersebut. Bertanding di lapangan Philippe-Chatrier, Roland Garros pada Sabtu (6/6), Andreeva menyudahi laga lewat keunggulan skor 6-3 dan 6-2.
Performa dominan diperlihatkan Andreeva sepanjang pertandingan bergulir. Ia bahkan sempat merebut sembilan gim secara beruntun dari lawannya.
Aksi saling mematahkan servis mewarnai jalannya set pertama pada empat gim awal hingga kedudukan berimbang 2-2. Chwalinska kemudian sempat memimpin 3-2 setelah menyapu bersih empat poin di gim kelima.
Kendati demikian, Andreeva bangkit dan mengamankan empat gim berikutnya termasuk mematahkan dua servis milik Chwalinska. Pukulan menyilang Andreeva dalam posisi unggul 40-0 pada gim kesembilan gagal dikembalikan Chwalinska, sekaligus menutup set pertama dengan waktu 47 menit.
Memasuki set kedua, Andreeva langsung mematahkan servis Chwalinska di gim kedua untuk memimpin 2-0. Ketertinggalan 0-40 di gim ketiga berhasil ia kejar hingga membalikkan situasi menjadi keunggulan 3-0.
Tekanan dari Andreeva berlanjut dengan kembali mematahkan servis lawan demi mengubah skor menjadi 4-0 tanpa memberikan poin bagi petenis asal Polandia itu. Pukulan lurus Andreeva saat kedudukan 40-30 masuk di gim kelima dan memperlebar jarak menjadi 5-0.
Chwalinska sempat memperpanjang napas permainan dengan mengamankan gim keenam. Jarak poin kemudian menipis menjadi 2-5 setelah ia mematahkan servis Andreeva pada gim ketujuh.
Langkah Chwalinska akhirnya terhenti setelah Andreeva mematahkan servisnya untuk ketujuh kali dalam pertandingan ini. Pukulan backhand dari Andreeva dalam posisi 40-0 memastikan kemenangan set kedua dengan skor 6-2.
Pencapaian ini menjadi gelar Grand Slam perdana sepanjang karier Andreeva. Hasil tersebut membuatnya menyamai jejak para petenis putri Rusia terdahulu yang menjadi juara di turnamen tanah liat ini, yakni Anastasia Myskina (2004), Svetlana Kuznetsova (2009), serta Maria Sharapova (2012, 2014).
"Kau lawan yang sangat sulit, aku tidak ingin bermain melawanmu lagi," ujar Andreeva kepada Chwalinska dalam upacara penyerahan trofi, dikutip The Athletic.
"Aku sudah menonton Roland Garros di TV sejak masih sangat muda. Sungguh mimpi besar untuk memegang trofi ini."
"Terima kasih kepada timku. Aku tahu aku terkadang bisa menjadi orang yang sulit dan cukup sulit untuk menghadapiku, di hari-hari tertentu. Terima kasih banyak karena telah mendorongku hingga batas kemampuanku, terima kasih karena telah membuatku bekerja keras ketika aku tidak ingin bekerja."