U-Power Stadium bersiap memecahkan rekor jumlah penonton saat AC Monza menjamu Juve Stabia dalam pertandingan leg kedua semifinal playoff Serie B.
Laga penentu ini digelar setelah kedua tim bermain imbang 2-2 pada leg pertama yang berlangsung di Stadion Menti, dengan pemenang laga ini akan melaju ke babak final playoff.
Berdasarkan catatan sejarah pertemuan kedua tim yang dilansir legab.it, Monza dan Juve Stabia bermain imbang dalam tre dari lima laga di Serie B, dengan masing-masing tim mengemas satu kemenangan.
Namun, Monza memiliki keunggulan pengalaman di babak semifinal playoff setelah sebelumnya berhasil lolos pada musim 2021/2022 saat menyingkirkan Brescia.
Sebaliknya, Juve Stabia tercatat memenangkan tre dari lima laga playoff atau playout Serie B, dengan satu-satunya kekalahan terjadi pada leg kedua semifinal playoff musim 2024/2025 saat tumbang 0-3 di markas Cremonese.
Lini pertahanan Monza menjadi sorotan setelah kebobolan tujuh gol dalam tiga laga terakhir dengan rata-rata 2,3 gol per pertandingan, padahal mereka sempat mencatat lima clean sheet dan hanya kebobolan dua gol dalam tujuh laga sebelumnya.
Kondisi penurunan performa lini belakang tersebut langsung direspons oleh pelatih Monza, Mister Bianco, dalam konferenza stampa menjelang pertandingan.
"Sono episodi e momenti della stagione - spiega - ma la squadra non ha mai concesso tante occasioni agli avversari" kata Bianco, Mister Monza.
Dari sisi statistik permainan, Juve Stabia datang dengan status tim pemegang rata-rata penguasaan bola tertinggi sebesar 62 persen di antara tim-tim post season, serta mencatat 46 kali operan di dalam kotak penalti lawan.
Di kubu tuan rumah, Monza menjadi tim dengan efisiensi peluang tertinggi yang mencatatkan persentase konversi gol mencapai 22 persen.
Pertandingan ini juga menjadi pembuktian bagi penyerang Monza, Andrea Petagna, yang berpeluang mencapai dua digit gol untuk pertama kalinya di Serie B, serta Nicola Mosti yang tercatat sudah mencetak dua gol ke gawang Monza musim ini.