Morgan Rogers Cetak Sejarah Baru Saat Aston Villa Juara Liga Europa

Morgan Rogers Cetak Sejarah Baru Saat Aston Villa Juara Liga Europa

Penyerang muda Morgan Rogers mengukir sejarah baru dalam sepak bola Inggris usai mengantarkan Aston Villa membungkam SC Freiburg dengan skor 3-0 pada laga final Liga Europa di Stadion Tupras, Besiktas, Turkiye, Kamis, 21 Mei 2026.

Pemain berusia 23 tahun tersebut menyumbang satu gol pada menit ke-58 setelah menyambar umpan tarik Emiliano Buendia, menggenapi dua gol keunggulan Villa yang sebelumnya dicetak oleh Youri Tielemans dan Buendia pada babak pertama.

Catatan gol di laga puncak kompetisi antarklub kasta kedua Eropa tersebut menjadikan Rogers sebagai pemain asal Inggris paling muda yang berhasil membobol gawang lawan di final kejuaraan Eropa, sejak pencapaian Steven Gerrard pada final Piala UEFA tahun 2001 silam.

Kemenangan telak atas wakil Jerman ini sekaligus menyudahi penantian panjang klub berjuluk The Villans tersebut selama 44 tahun untuk kembali merengkuh trofi bergengsi di level kompetisi Eropa.

"Sulit menjelaskan perasaan saya sekarang. Kami bekerja sangat keras untuk momen ini, dan akhirnya berhasil," ujar Rogers, dikutip dari AFP.

Striker muda tersebut menilai capaian ini merupakan buah dari konsistensi seluruh tim yang terus berjuang sepanjang musim.

"Ini momentum luar biasa untuk fans dan klub. Kami akan tercatat dalam sejarah,” tambah Rogers.

Lebih lanjut, ia membeberkan bagaimana pendekatan taktik yang diterapkan oleh sang manajer, Unai Emery, sangat memengaruhi performa ketajamannya di atas lapangan.

"Pelatih terus mengatakan saya harus mencari gol-gol yang lebih sederhana dan lebih sering berada di area berbahaya. Saya senang akhirnya bisa mencetak gol di final," katanya.

Selain Rogers, gelandang internasional Belgia Youri Tielemans turut andil besar lewat lesatan gol voli indah pembuka keunggulan timnya dari skema sepak pojok pendek yang dirancang bersama Rogers.

Gol pembuka tersebut menambah catatan impresif skuad asuhan Unai Emery yang total telah mengemas tujuh gol dari situasi tendangan sudut sepanjang bergulirnya kompetisi Liga Europa musim ini.

"Musim ini penuh naik turun. Kami bahkan memulai musim dengan sangat buruk, dan standar permainan kami jauh dari harapan," ujar Tielemans saat merefleksikan perjalanan tim.

Gelandang tengah tersebut memuji bagaimana seluruh elemen tim mampu menjaga motivasi di tengah masa-masa sulit.

"Kami terus bekerja keras dan tetap percaya satu sama lain. Semua pemain dan staf pantas mendapat kujian karena tidak pernah menyerah," lanjut Tielemans.

Keberhasilan merengkuh trofi ini sekaligus mempertegas dominasi manajer Unai Emery di panggung Eropa dengan koleksi lima gelar juara Liga Europa yang diraihnya bersama tiga klub berbeda, yakni Sevilla, Villarreal, dan Aston Villa.

Artikel terkait