Turnamen maut Mortal Kombat secara resmi telah berpindah dari layar konsol gim ke puncak tertinggi industri perfilman Hollywood. Film Mortal Kombat II berhasil mendominasi box office domestik Amerika Serikat pada hari penayangan perdananya.
Dilansir dari Detikcom, karya sutradara Simon McQuoid ini sukses melakukan 'Fatality' terhadap para kompetitornya. Berdasarkan data laporan keuangan dari Box Office Mojo, film ini mengantongi pendapatan kotor sebesar US$17 juta hanya dalam waktu 24 jam.
Angka fantastis tersebut setara dengan Rp290 miliar jika dikonversikan dengan nilai tukar saat ini sebesar Rp17.000 per dolar AS. Pencapaian ini sangat signifikan mengingat ketatnya persaingan bioskop pada pekan ini.
Mortal Kombat II berhasil menggeser posisi sekuel drama-komedi populer, The Devil Wears Prada 2. Meski film yang mempertemukan kembali Meryl Streep dan Anne Hathaway itu memiliki basis penggemar luas, aksi bela diri Earthrealm terbukti lebih memikat penonton.
Sementara itu, biopik ambisius tentang King of Pop berjudul Michael masih menunjukkan performa kuat di posisi ketiga. Pada hari Jumat yang sama, film tersebut meraup pendapatan sebesar US$8,8 juta atau sekitar Rp150 miliar.
Secara akumulatif global, film biografi Michael Jackson ini telah mengumpulkan pendapatan sebesar US$500 juta atau setara Rp8,6 triliun. Angka ini menempatkannya sebagai salah satu biopik musik tersukses sepanjang sejarah setelah Bohemian Rhapsody.
Keberhasilan finansial Mortal Kombat II dinilai bukan sekadar kebetulan. Tim produksi melakukan evaluasi besar-besaran terhadap film pertamanya yang rilis pada tahun 2021 untuk menemukan formula yang lebih tepat bagi para penggemar.
"Kami belajar dari kesalahan masa lalu. Di film kedua ini, kami merasa telah menemukan formula yang tepat," ujar Max Huang.
Kehadiran sosok Karl Urban sebagai Johnny Cage menjadi magnet utama bagi penonton. Karakter ini memang paling dinanti kehadirannya sejak iterasi pertama film tersebut dirilis ke publik.
Selain itu, diperkenalkannya Adeline Rudolph yang memerankan karakter Kitana menambah kedalaman narasi. Hal ini memperbaiki aspek cerita yang pada seri sebelumnya dinilai masih kurang maksimal oleh para kritikus.
Keputusan Warner Bros. untuk tetap mempertahankan rating dewasa (R-Rated) dengan aksi yang lebih brutal menjadi nilai jual utama. Strategi ini terbukti efektif dalam menarik minat para penggemar fanatik waralaba gim tersebut.
Para analis industri memprediksi bahwa Mortal Kombat II akan menutup akhir pekan pembukaannya dengan angka yang melampaui target awal. Tren positif di pasar internasional berpotensi menjadikannya seri adaptasi gim video tersukses dalam sejarah.
Ludi Lin sempat membocorkan bahwa tim produksi menyiapkan beberapa versi akhir cerita untuk karakter Liu Kang. Langkah ini dilakukan guna menjaga kerahasiaan alur cerita film ketiga yang saat ini sudah mulai direncanakan.
"Kami bisa lanjut sampai Mortal Kombat 20 jika melihat antusiasme seperti ini," ujar Max Huang menanggapi kesuksesan besar tersebut.