Bek sayap andalan sekaligus ikon Persita Tangerang, Muhammad Toha, resmi mengakhiri kerja sama dengan klub yang telah dibelanya selama sembilan musim terakhir.
Pemain yang menjadi simbol loyalitas bagi tim Pendekar Cisadane tersebut memilih melanjutkan karier sepak bolanya di luar negeri dengan memperkuat klub asal Brunei Darussalam, DPMM FC.
Langkah besar ini diambil oleh Muhammad Toha demi mewujudkan ambisi pribadi dalam meningkatkan kualitas permainan dan mencari tantangan baru di level internasional, seperti dikutip dari Suara pada Minggu (7/6/2026).
Melalui keterangan di laman resmi klub, Muhammad Toha mengungkapkan alasan utama di balik keputusannya meninggalkan kenyamanan kompetisi sepak bola di Indonesia.
"Saya ingin sama-sama menaikkan level permainan. Lebih dari itu, saya ingin Persita bisa lebih baik lagi di masa mendatang," kata Toha dikutip dari Antara, Minggu (7/6/2026).
Bagi pesepak bola berusia 31 tahun tersebut, kepindahan ke liga luar negeri bukan sekadar urusan perkembangan karier, melainkan juga upaya menjaga integritas sebagai atlet profesional.
Muhammad Toha memiliki visi untuk tetap mempertahankan standar tinggi terkait sikap dan pola hidup sehat agar dapat menjadi teladan bagi generasi pesepak bola masa depan.
"Saya ingin mencari pengalaman baru di luar sana dan semoga saya bisa mempertahankan karakter permainan, attitude, dan gaya hidup. Saya harus bisa memberi contoh buat pemain lain. Terutama pemain muda," kata dia.
Rekam jejak Muhammad Toha bersama Persita Tangerang berjalan sangat impresif sejak ia pertama kali bergabung pada tahun 2017 silam.
Selama masa baktinya, ia telah mencatatkan lebih dari 200 penampilan kompetitif untuk Pendekar Cisadane di berbagai turnamen resmi.
Dedikasi Tanpa Batas untuk Pendekar Cisadane
Pada kompetisi musim 2025/2026, Muhammad Toha tetap memperlihatkan performa yang stabil dengan menorehkan 30 pertandingan sebagai pemain utama di bawah arahan pelatih Carlos Pena.
Peran pentingnya di sektor pertahanan sayap membuat dirinya menjadi salah satu sosok pemimpin di ruang ganti yang sangat dihormati oleh rekan setim maupun staf kepelatihan.
Di samping aspek teknis permainan, Muhammad Toha membeberkan bahwa dukungan suporter memiliki pengaruh besar dalam memompa motivasi bertandingnya.
Ia menganggap fanatisme masyarakat Tangerang terhadap sepak bola menjadi energi berharga yang selalu mendorongnya tampil maksimal di lapangan hijau.
"Senang dan bangga bisa bermain lebih dari 200 pertandingan untuk Persita, saya bersyukur selalu atas kesempatan ini. Saya berharap Persita Fans tak lelah untuk terus mendukung dan membela tim ini," ujar Toha.
Pesan Terakhir untuk Pendukung Persita
Sebelum berpamitan, Muhammad Toha menyampaikan pesan mendalam kepada para suporter setia agar terus mendampingi tim dalam segala situasi di masa depan.
Ia optimistis bahwa melalui dukungan penuh dari para penggemar, Persita Tangerang akan terus berkembang menjadi klub besar yang membanggakan wilayahnya.
"Terkadang dalam sepak bola ada kondisi dan situasi yang kurang baik, namun dengan dukungan kalian tim ini akan terus berkembang dan menjadi kebanggaan Tangerang," katanya.
Pihak manajemen Persita Tangerang memberikan apresiasi tertinggi atas kesetiaan yang ditunjukkan oleh Muhammad Toha selama hampir sepuluh tahun terakhir.
Sikap profesional serta kepemimpinan yang ia tinggalkan diharapkan mampu menjadi fondasi kuat bagi para pilar muda Persita dalam menghadapi musim kompetisi yang baru.
Muhammad Toha tercatat sebagai salah satu pemain dengan masa pengabdian terlama di Persita Tangerang, mulai dari saat klub berjuang di kasta kedua hingga berhasil promosi dan bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Dalam kurun waktu sembilan musim, ia dikenal sebagai pemain yang memiliki kebugaran fisik prima sehingga sangat jarang absen bertanding.
Hijrahnya Muhammad Toha ke DPMM FC memperpanjang daftar pemain pilar dari Liga 1 yang mulai berani mengambil peluang berkarier di kompetisi Asia Tenggara untuk mendapatkan pengalaman baru.