Musisi Thailand NOTEP Terpikat Keindahan Bawah Laut Indonesia

Musisi Thailand NOTEP Terpikat Keindahan Bawah Laut Indonesia

Dunia bawah air Indonesia selalu punya cara magis untuk memikat siapa saja yang menyelaminya, tidak terkecuali bagi seorang musisi dan aktivis lingkungan asal Thailand, NOTEP. Baginya, hamparan terumbu karang dan keanekaragaman hayati di perairan Nusantara bukan sekadar pemandangan indah, melainkan sebuah pelarian spiritual yang menginspirasi kehidupan serta karya musiknya.

Dalam sebuah wawancara eksklusif, penyanyi bernama asli Note Panayanggool ini membagikan antusiasmenya yang besar setiap kali berbicara tentang pengalamannya menjelajahi titik-titik selam populer di Indonesia. Kegiatan menyelam bahkan sudah ia jadikan sebagai ritual penghargaan bagi dirinya sendiri secara rutin.

Menemukan Rumah Kedua di Kedalaman Laut Nusantara

Lautan Indonesia yang luas menyimpan pesona yang membuat NOTEP selalu ingin kembali. Dari sekian banyak lokasi indah di dunia, perairan Nusantara menempati posisi yang sangat spesial di hatinya hingga ia menjadikannya agenda wajib tahunan.

“Oh, iya. Jadi, aku suka banget menyelam di Indonesia. Aku sudah pernah ke Alor, Raja Ampat, tunggu, apa namanya Banda Neira? Iya, Banda Neira. Setiap tahun aku berusaha memberi hadiah untuk diriku sendiri, yaitu pergi menyelam,” ungkap NOTEP, musisi asal Thailand.

Kedekatan geografis antara Thailand dan Indonesia memang menjadi salah satu alasan praktis. Namun, alasan utama yang membuat sang musisi terus terpikat adalah kekayaan ekosistem bawah laut Indonesia yang dinilainya tiada tanding.

“Dan Indonesia jelas merupakan salah satu tempat favoritku untuk dikunjungi karena lokasinya sangat dekat dengan Thailand. Selain itu, karena keanekaragaman hayati laut dan terumbu karangnya yang sangat kaya,” cerita NOTEP, musisi asal Thailand.

Pengalaman Magis bak Karakter Moana

Menyelam di Indonesia memberikan pengalaman emosional yang mendalam bagi NOTEP. Bertemu dengan berbagai biota laut raksasa yang eksotis memberikan ketenangan sekaligus stimulasi kreatif yang luar biasa bagi jiwa senimannya.

“Oh, misalnya hiu macan. Tidak, maksudku, hiu martil, hiu paus, pari manta, berbagai macam ikan, hiu, dan pari yang bentuknya aneh-aneh. Ya, (tenang) sekali. Banget,” ujar NOTEP, musisi asal Thailand.

Interaksi karismatik dengan makhluk-makhluk bawah air tersebut sering kali memicu imajinasinya. Ia bahkan merasa memiliki ikatan khusus dengan alam liar bawah laut, sebuah sensasi unik yang membuatnya merasa seperti karakter animasi yang hidup berdampingan dengan samudra.

“Dan, ya, aku merasa begitu hidup. Rasanya, setiap kali melihat semua hewan ini, they seolah-olah berbicara padaku. Dan aku jadi merasa sangat terinspirasi. Ya, ya (rasanya kayak jadi Moana),” lanjut NOTEP, musisi asal Thailand.

Laut sebagai Tombol Reset Kehidupan

Bagi musisi yang baru saja merilis single terbarunya berjudul "Radio" tepat pada Hari Bumi tersebut, laut memiliki kekuatan penyembuh yang luar biasa. Di tengah kepenatan aktivitas industri hiburan dan kampanye lingkungan, samudra menjadi tempatnya membasuh seluruh beban mental.

“Aku sangat menyukai laut. Rasanya, setiap kali aku stres atau sedih, atau, ya, merasa down, dan aku pergi ke laut, semua itu langsung hilang begitu saja. Itu seperti tombol reset,” kenang NOTEP, musisi asal Thailand.

Eksplorasi emosional dan spiritualnya terhadap laut kini dituangkan ke dalam proyek EP terbarunya yang bertajuk PAKARANG, sebuah kata yang berarti karang dalam bahasa Thailand. Melalui enam lagu di dalamnya, ia mencoba membedah kesamaan tersembunyi yang intim antara terumbu karang, misteri lautan, dan metafora tubuh manusia.

Artikel terkait

Rekomendasi