Klub sepak bola NAC Breda dipastikan terdegradasi dari kompetisi kasta tertinggi Belanda, Eredivisie, setelah gagal beranjak dari posisi ke-17 klasemen akhir pada Minggu (10/5/2026). Meskipun berhasil memetik kemenangan 2-0 atas Heerenveen, hasil dari pertandingan tim rival memastikan posisi mereka tetap berada di zona merah.
Dilansir dari Detik Sport, perolehan 28 poin milik NAC Breda tidak cukup untuk mengejar FC Volendam yang mengoleksi 32 poin di peringkat aman dengan satu laga tersisa. Kondisi ini diperparah oleh kemenangan telak 3-0 Telstar atas Heracles serta hasil imbang 1-1 yang diraih FC Volendam saat menjamu Excelsior.
Penurunan kasta ke Eerste Divisie ini menjadi yang pertama bagi pasukan Carl Hoefkens sejak musim 2018/2019. Klub berjuluk The Yellow Army tersebut menyusul Heracles yang sudah lebih dulu dipastikan turun kasta sebagai tim juru kunci pada musim ini.
Sebelum dipastikan terdegradasi, NAC Breda sempat memicu kontroversi besar melalui aksi protes ke KNVB terkait penggunaan pemain ilegal pasca kekalahan 0-6 dari Go Ahead Eagles. Mereka mempermasalahkan status kewarganegaraan Dean James, pemain naturalisasi Timnas Indonesia, dalam kasus yang kemudian dikenal sebagai Paspoortgate.
Manajemen klub membawa persoalan izin kerja James ke pengadilan karena sang pemain dianggap berstatus warga negara asing setelah melepas paspor Belanda. Investigasi Federasi Sepakbola Belanda (KNVB) kemudian dilakukan terhadap 25 pemain keturunan Indonesia, Suriname, dan Cape Verde, namun hasilnya tidak ditemukan pelanggaran hukum.
Justin Hubner, bek Timnas Indonesia yang memperkuat Fortuna Sittard, turut menjadi salah satu pemain yang terdampak investigasi tersebut. Hubner menyampaikan kritik keras terhadap tindakan manajemen NAC Breda yang dinilai berupaya mencari celah hukum di luar hasil pertandingan lapangan.
"Jika Anda dihancurkan 6-0 oleh Go Ahead Eagles, maka Anda tidak berhak mulai berbicara tentang paspor. Ini juga tentang Dean James, tetapi bukan berarti dia mencetak 5 gol melawan NAC," kata Hubner, bek Fortuna Sittard.
Kritik tersebut disampaikan Hubner setelah para pemain yang tersangkut investigasi sempat dilarang bertanding sementara oleh klub masing-masing hingga KNVB menyatakan mereka tidak bersalah. Ia menilai langkah manajemen lawan sangat tidak pantas dilakukan dalam iklim kompetisi profesional.
"Dia bermain sebagai bek kiri, dia melakukan tugasnya. Sungguh memalukan bagi manajemen NAC untuk mengambil tindakan," Hubner mengkritik NAC Breda.