Klub sepak bola NAC Breda melayangkan gugatan hukum terhadap federasi sepak bola Belanda (KNVB) setelah menganggap pemain Dean James tidak sah bertanding saat membela Go Ahead Eagles dalam laga lanjutan kompetisi domestik.
Dilansir dari Suara, KNVB mengakui bahwa status kewarganegaraan Dean James membuatnya tidak layak bermain sejak Maret 2025. Namun, pihak federasi memutuskan untuk tidak menjatuhkan sanksi kepada pemain maupun klub terkait.
Gugatan ini dipicu oleh kekalahan NAC Breda dari Go Ahead Eagles yang melibatkan Dean James di lapangan. Jika tuntutan tersebut dikabulkan pengadilan, NAC Breda berpeluang mendapatkan kemenangan WO 3-0 guna mengamankan posisi dari zona degradasi.
Penolakan KNVB untuk memberikan hukuman didasari argumen bahwa seluruh pihak yang terlibat tidak mengetahui persoalan administrasi tersebut. KNVB juga membantah adanya kelalaian dalam proses verifikasi status kewarganegaraan pemain karena alasan privasi.
Direktur Sepak Bola Profesional KNVB, Marianne van Leeuwen, mengungkapkan kekhawatiran besar apabila pihak pengadilan memenangkan gugatan NAC Breda dalam perkara ini.
"Kami pikir akan terjadi kekacauan karena banyak klub lain telah menyampaikan keberatan serupa. Jika NAC menang, klub-klub lain bisa mengajukan gugatan juga," ujar Marianne van Leeuwen, Direktur Sepak Bola Profesional KNVB.
Van Leeuwen menambahkan bahwa dampak hukum dari kasus ini dapat mengganggu stabilitas seluruh struktur liga. Pengacara KNVB menyebut setidaknya ada 133 pertandingan Eredivisie yang berpotensi memiliki masalah serupa terkait syarat tampil pemain.
"Hal itu bisa berarti kompetisi tidak dapat diselesaikan," lanjut Marianne van Leeuwen, Direktur Sepak Bola Profesional KNVB.
Berdasarkan informasi dari media Belanda NU, NAC Breda tetap pada pendiriannya untuk membawa perkara ini ke jalur hukum. Klub tersebut menuntut agar pertandingan diulang sebagai langkah adil untuk memperebutkan poin krusial di sisa musim kompetisi.