Nafuzi Zain Waspadai Konsistensi Timnas Indonesia U20 di Kualifikasi Piala Asia

Nafuzi Zain Waspadai Konsistensi Timnas Indonesia U20 di Kualifikasi Piala Asia

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah merampungkan pengundian babak Kualifikasi Piala Asia U-20 2027. Berdasarkan agenda resmi, drawing tersebut diselenggarakan di AFC House, Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis (28/5/2026).

Sebanyak 32 tim negara peserta yang menempati empat pot unggulan kini telah terbagi ke dalam delapan grup. Seperti dilansir dari Suara, Timnas Indonesia U-20 yang berada di Pot 2 masuk ke dalam Grup H bersama Australia, Malaysia, dan Laos.

AFC menunjuk Laos sebagai tempat penyelenggaraan terpusat untuk seluruh pertandingan di Grup H. Babak kualifikasi ini dijadwalkan berlangsung mulai 31 Agustus hingga 6 September 2026 mendatang.

Pelatih kepala Timnas Malaysia U-20, Nafuzi Zain memberikan pandangannya terkait persaingan di Grup H. Arsitek taktik asal Malaysia tersebut menilai bahwa pertarungan sesama anggota Federasi Sepak Bola ASEAN ini akan berjalan sangat kompetitif.

Nafuzi Zain sangat menghormati kualitas para kompetitor yang akan dihadapi oleh skuad Harimau Muda. Ia memberikan perhatian khusus kepada Australia yang berstatus sebagai juara bertahan setelah mengalahkan Arab Saudi pada edisi 2025.

Selain itu, rekam jejak panjang sepak bola Indonesia di kelompok umur juga menjadi sorotan utamanya. Tuan rumah Laos turut diwaspadai karena faktor dukungan penuh dari para suporter setianya.

"Kami menyadari kekuatan lawan kami. Australia adalah juara bertahan dan telah lolos selama sepuluh edisi berturut-turut." tutur Nafuzi kepada media Timesport.

"Indonesia memiliki sejarah panjang dalam kompetisi ini dan secara konsisten menurunkan tim-tim yang kompetitif," imbuhnya.

"Sementara Laos tentu akan berbahaya sebagai tuan rumah. Ini adalah grup ASEAN yang sangat kompetitif," kata Nafuzi lagi.

Optimisme Skuad Muda Harimau Malaya

Walaupun berada di grup yang berat, Nafuzi Zain tidak menganggap situasi ini sebagai kerugian bagi anak asuhnya. Ia justru menilai atmosfer kompetisi yang tinggi ini bagus untuk menguji mentalitas bertanding para pemain muda.

"Pertandingan-pertandingan seperti inilah yang perlu dilalui para pemain kami agar bisa berkembang," ujar Nafuzi.

"Kami menghormati setiap lawan dan akan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk memberikan Malaysia peluang terbaik," sambungnya.

Sistem kualifikasi ini menetapkan hanya juara grup dan tujuh runner-up terbaik yang akan lolos ke putaran final. Mereka akan melaju ke Piala Asia U-20 pada Maret 2027 untuk mendampingi China yang bertindak sebagai tuan rumah.

Malaysia mengusung target bangkit setelah pada kualifikasi edisi sebelumnya di Tajikistan hanya mampu finis di peringkat keempat. Sepatutnya dicatat, prestasi tertinggi Malaysia di ajang ini adalah menjadi runner-up pada edisi lawas tahun 1959, 1960, dan 1968.

Artikel terkait

Rekomendasi