Pelatih tim nasional Jerman Julian Nagelsmann memutuskan untuk memanggil Leroy Sane ke dalam skuad Piala Dunia pada Kamis siang di Frankfurt. Keputusan tersebut diambil meskipun Nagelsmann mengakui bahwa catatan gol penyerang Galatasaray berusia 30 tahun itu masih sangat minim di tingkat klub sepanjang tahun 2026.
Pemanggilan ini memicu perdebatan karena Sane menyingkirkan sejumlah nama pemain muda yang tengah naik daun, seperti Said El Mala dari 1. FC Koln, Chris Fuhrich, dan Karim Adeyemi. Sane tercatat hanya mengemas satu gol dan tiga assist sejak April, serta mengakhiri musim di Istanbul dengan total tujuh gol dari 43 laga resmi.
Sebaliknya, Said El Mala yang baru berusia 19 tahun tampil impresif bersama Koln dengan membukukan 13 gol dan lima assist dari 34 pertandingan di Bundesliga. Secara statistik, El Mala berkontribusi terhadap hampir 37 persen dari keseluruhan gol klubnya musim ini.
Nagelsmann menyadari pembicaraan publik mengenai kebijakannya memilih Sane dan telah menyiapkan data performa sang penyerang di level internasional.
"Dalam empat pertandingan terakhir bersama kami, ia telah mencetak lima gol," kata Nagelsmann, Pelatih Timnas Jerman.
Rasio gol tersebut dinilai sangat bagus oleh sang pelatih, walau ia tidak menampik penurunan produktivitas Sane bersama Galatasaray.
"Rasio golnya di level klub masih kurang, terutama pada tahun 2026." kata Nagelsmann, Pelatih Timnas Jerman.
Sebelumnya, Nagelsmann telah memberikan target khusus berupa kontribusi angka yang jelas setelah perpindahan Sane ke Turki.
"Dia harus lebih menonjol. Saya membutuhkan angka tertentu," kata Nagelsmann, Pelatih Timnas Jerman.
Nagelsmann kemudian menegaskan bahwa keputusannya memprioritaskan Sane dibandingkan pemain muda seperti El Mala didasarkan pada faktor kebersamaan dan hubungan interpersonal di dalam skuad.
"Yang menjadi kelebihannya: Dia sangat dihormati di dalam tim," kata Nagelsmann, Pelatih Timnas Jerman.
Sane dinilai memiliki aura tertentu yang terkadang memicu reaksi negatif, termasuk saat ia mendapat cemoohan dari pendukung sendiri ketika masuk sebagai pemain pengganti dalam laga kontra Ghana.
"Dia adalah pemain yang semakin terlihat apa yang tidak dia miliki, karena sayangnya terkadang dia memiliki aura tertentu," kata Nagelsmann, Pelatih Timnas Jerman.
Faktor keharmonisan tim menjadi alasan utama mantan pelatih Bayern Munchen tersebut dalam menyusun komposisi pemain untuk turnamen besar mendatang.
"simbiosis dalam struktur tim," kata Nagelsmann, Pelatih Timnas Jerman.
Di sisi lain, Nagelsmann membeberkan alasan taktis yang membuat El Mala belum bisa menembus tim nasional senior untuk saat ini.
"Dia sangat cocok dengan filosofi permainan Köln. Kita harus memeriksa apakah dia juga cocok dengan filosofi permainan kita, terutama dalam hal intensitas serangan," kata Nagelsmann, Pelatih Timnas Jerman.
Berdasarkan analisis pergerakan, El Mala lebih banyak beroperasi di area pertahanan sendiri dan memanfaatkan ruang lebar untuk skema serangan balik cepat.
"Jika melihat heatmap dari Köln, itu sudah sangat dekat dengan gawang sendiri, dia memiliki banyak ruang untuk serangan balik di sana." kata Nagelsmann, Pelatih Timnas Jerman.
Posisi menyerang seperti itu nantinya akan dipercayakan kepada penggawa Borussia Dortmund, Maximilian Beier, yang mengoleksi poin performa setara dengan El Mala.
"Lalu kamu harus mempertimbangkannya," kata Nagelsmann, Pelatih Timnas Jerman.
Pertimbangan matang mengenai kecocokan antarpemain dan pengalaman bermain bersama menjadi prioritas tim pelatih dalam menentukan pilihan akhir.
"Kamu harus memperhatikan gambaran besarnya dan memikirkan pemain mana yang cocok satu sama lain serta seberapa sering mereka sudah bermain bersama." kata Nagelsmann, Pelatih Timnas Jerman.
Kendati demikian, keunggulan teknis Sane saat menghadapi situasi permainan tertentu di lapangan tetap menjadi aset berharga bagi Die Mannschaft.
"Tentu saja, dia masih memiliki sesuatu yang sangat istimewa di ruang sempit," kata Nagelsmann, Pelatih Timnas Jerman.
Sane diproyeksikan sebagai pemain pengganti strategis yang diharapkan mampu memecah kebuntuan lewat kecepatan serta kemampuan kombinasi tekniknya.
"Rata-rata golnya yang kurang baik di klub membuatnya untuk saat ini berperan sebagai penantang. Dia bisa memicu sesuatu melawan lawan yang bertahan dalam atau saat lawan kelelahan dengan kecepatannya, tekniknya di ruang sempit, dan dalam permainan kombinasi." kata Nagelsmann, Pelatih Timnas Jerman.
Bagi Sane sendiri, turnamen di tahun 2026 ini dipandang sebagai kesempatan pamungkas untuk membuktikan kapasitasnya di level internasional bersama Jerman.
"Saya akan sangat senang jika bisa kembali berpartisipasi di Piala Dunia menjelang akhir karier saya. Ini adalah panggung terbesar dalam sepak bola, semua orang ingin berada di sana." kata Leroy Sane, Pemain Timnas Jerman.
Nagelsmann secara terbuka mengakui adanya spekulasi terkait konsistensi performa Sane yang dilaporkan oleh media olahraga kicker.
"Kami jujur saja: Kami tidak pernah 100 persen yakin apa yang akan ditunjukkannya di lapangan," kata Nagelsmann, Pelatih Timnas Jerman.
Walau dipenuhi risiko, kedekatan personal yang telah terjalin lama membuat pelatih berusia 38 tahun itu optimistis bisa mengembalikan performa terbaik sang pemain.
"Saya sudah mengenalnya sejak lama, and memiliki hubungan yang sangat baik dengannya," kata Nagelsmann, Pelatih Timnas Jerman.
Nagelsmann percaya bahwa ia mampu memberikan motivasi yang tepat agar anak asuhnya tersebut dapat memberikan kontribusi maksimal selama kompetisi berlangsung.
"Saya yakin bisa memotivasinya sedemikian rupa sehingga setelah Piala Dunia, akan ada lebih banyak komentar positif daripada negatif mengenai sang pemain." kata Nagelsmann, Pelatih Timnas Jerman.
Berikut adalah rincian statistik penampilan kedua pemain sepanjang musim kompetisi 2025/2026 berdasarkan data resmi yang dihimpun.
| Nama Pemain | Pertandingan Resmi | Gol | Assist | Kartu Kuning | Kartu Merah |
|---|---|---|---|---|---|
| Said El Mala | 36 | 13 | 5 | 5 | 0 |
| Leroy Sane | 43 | 7 | 9 | 1 | 1 |