Petenis tunggal putri Naomi Osaka mencuri perhatian lewat busana bernuansa adibusana atau couture saat melangkah ke lapangan Suzanne-Lenglen dalam pertandingan babak pertama turnamen Grand Slam French Open di Paris, Prancis, pada Selasa, 26 Mei 2026.
Dilansir dari Yahoo Sports, mantan petenis nomor satu dunia tersebut mengenakan korset hitam dengan rok lipit bertingkat yang dipadukan di atas gaun emas bermotif garis payet berkilau dari Nike sebelum menghadapi petenis Jerman, Laura Siegemund.
Pakaian khusus yang memadukan dunia mode dan olahraga tersebut merupakan karya perancang busana Kevin Germanier yang memanfaatkan bahan-bahan daur ulang.
Namun, pakaian berlapis yang tampak berat itu menjadi sorotan tersendiri di tengah cuaca panas ekstrem Roland Garros tahun ini, di mana suhu siang hari melonjak hingga 90 derajat Fahrenheit atau sekitar 20 derajat di atas normal.
Gaya busana dramatis ini bukan yang pertama bagi pemegang empat gelar Grand Slam tersebut karena dirinya juga sempat mengenakan busana bertema ubur-ubur karya Robert Wun di Australian Open serta perhiasan wajah eksentrik di Indian Wells awal tahun ini.
Sebelum turnamen dimulai, Osaka sempat menceritakan perubahan sikapnya dari seorang remaja yang murung menjadi atlet yang lebih ekspresif dan vokal setelah mendapat teguran keras dari sang ayah.
"Honestly, I had a pretty bad attitude when I was younger, and my dad had a stern talk to me about it, and ever since then, I was, like, ‘Oh, oh, no,’" ujar Naomi Osaka.
Sang ayah mengingatkan petenis berusia 28 tahun itu agar tidak membuang energi untuk hal yang salah karena ia kerap tidak merayakan kemenangan tetapi sangat terpuruk saat kalah.
"He told me ‘You're putting energy into the wrong things.’ I wouldn't celebrate if I won, but I would be extremely down if I lost," kata Naomi Osaka.
Meski performa di lapangan tanah liatnya meningkat dengan mencapai babak 16 besar di Madrid dan Rome, Osaka mengaku sempat kehilangan kepercayaan diri setelah kalah telak dari Iga Swiatek.
"Maybe I still do that sometimes, so that is why I try to be really pumped up and vocal. Just celebrate your wins more and try not to celebrate your losses," tutur Naomi Osaka.
Bagi pemain yang lebih dikenal dominan di lapangan keras ini, menembus pekan kedua di Paris menjadi target besar bersama kepala pelatih barunya, Tomasz Wiktorowski.
"I feel like the clay season this year, it's been a little bit hard to judge for me," ucap Naomi Osaka.
Dalam konferensi pers, Osaka menjelaskan bahwa pilihan pakaiannya yang mencolok merupakan sarana komunikasi yang efektif bagi kepribadiannya yang cenderung pendiam.
"I felt like I was playing well in Madrid, but then obviously I played [Aryna] Sabalenka and I lost there [6-7(1), 6-3, 6-2]. I felt like I had my chances, which was a good takeaway," kata Naomi Osaka.
Ia juga mengingat bagaimana dirinya tumbuh dengan melihat kejutan busana dari Serena dan Venus Williams di masa lalu.
"Then we went into Rome… I thought I played my first two matches really well, and then Iga (Swiatek) said, ‘Hell, no!’ She slapped me in the ground. That was a little crazy," ujar Naomi Osaka.
Kekalahan telak dengan skor 6-2, 6-1 tersebut diakuinya sempat memukul mentalnya, meski ia sadar masih harus banyak belajar dari Swiatek yang merupakan pemain terbaik di lapangan tanah liat.
"Honestly, that blew my confidence a lot, but I just had to step away, knowing that she's the best clay court player, and I still have a lot to learn. The score was wild (6-2, 6-1), but it was a little bit closer, there was a lot of deuce games or whatever," tutur Naomi Osaka.
Hingga saat ini, langkah terbaik Osaka di Roland Garros hanya sampai pada babak ketiga yang terakhir kali ia capai pada musim 2019 silam.
"I think a lot of people know me for being a really good hard-court player, and I hope that i can eventually start doing better on the other surfaces, too," ucap Naomi Osaka.
Ia berharap kerja samanya dengan pelatih asal Polandia tersebut bisa membawanya melangkah jauh lebih tinggi di Prancis Terbuka tahun ini.
"I talked with my coach Tomasz (Wiktorowski), and he said it's crazy I have only been to the third round here. Hopefully we can go further this year," kata Naomi Osaka.
Setelah melepaskan rompi hitam dan rok luarnya di pinggir lapangan, petenis peringkat 16 dunia ini langsung mengenakan visor Nike hitam polos untuk memulai fokus bertanding.
"I feel like fashion, for me, I don't talk a lot, so that way I can talk through my clothes. That means I can be as loud with colours or patterns or fabric as I want," tutur Naomi Osaka.
Siegemund yang kini berusia 38 tahun dan berada di peringkat 46 dunia menjadi ujian pertama yang berbahaya karena dikenal sering membuat kejutan besar di nomor tunggal.
"I definitely would say I'm doing something here too. But I think that's the fun part. I feel like we lost that a little in tennis. I always tell people I grew up with [about] Serena's and Venus' grand reveals. I literally can look at a picture and probably tell you what year that outfit came from," kata Naomi Osaka dalam laporan rolandgarros.com.
Sebelum melepas pakaian luarnya pada pertandingan hari Selasa, penampilan penuh gaya Osaka ini langsung menuai pujian dari pengamat mode internasional.
"I know there are some kids or some people that are similar to me that hopefully feel that same way about my outfits. I am a little dramatic when it comes to my fashion sense," ucap Naomi Osaka.
Pernyataan serupa juga diulanginya dalam sesi jumpa pers resmi yang dikutip oleh Newsday mengenai alasan dirinya menyukai dunia mode.
"I feel like fashion, for me, I tell people, I don't talk a lot, so that way I can talk through my clothes. That means I can be as loud with colors or patterns or fabric as I want," tutur Naomi Osaka.
Gaya berbusana ikonik ini juga mendapat apresiasi dari media mode terkemuka karena membawa kesegaran baru pada musim lapangan tanah liat tahun ini.
"That’s the fun part, you know. I feel like we lost that a little in tennis. I always tell people I grew up with Serena’s and Venus’ grand reveals. I literally can look at a picture and probably tell you what year that outfit came from," kata Naomi Osaka.
Di sisi lain, majalah Outlander turut memberikan ulasan positif terhadap kreasi pakaian ramah lingkungan yang dikenakan oleh Osaka tersebut.
"I know there are some kids or some people that are similar to me that hopefully feel that same way about my outfits. But, yeah, I am a little dramatic when it comes to my fashion sense," ujar Naomi Osaka.
Pada hari yang sama di lapangan Philippe-Chatrier, petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka juga tampil berkilau dengan dua kalung berlian saat mengamankan kemenangan pembukanya di Paris.
"Roland Garros’ best dressed just raised the bar again," tulis Outlander Magazine.
Gaya modis para bintang tenis putri ini menjadi warna tersendiri di tengah cuaca panas Paris, sementara pertandingan babak pertama terus bergulir di kompleks Stade Roland Garros.
"Clay court season needed a moment like this, so we took her to an authentic orange clay court in paris to match the energy she’ll be surrounded by this week," tambah Outlander Magazine.