Petenis asal Jepang Naomi Osaka dijadwalkan bertanding melawan atlet muda Amerika Serikat Iva Jovic pada babak ketiga turnamen Grand Slam Prancis Terbuka 2026 di Lapangan Stade Roland-Garros, Paris, Prancis, pada Sabtu (30/5/2026).
Pertandingan ini menjadi momentum penting karena kemenangan akan membawa Osaka menembus babak 16 besar Roland Garros untuk pertama kali sepanjang kariernya. Langkah Osaka ke babak ketiga dipastikan setelah menumbangkan Laura Siegemund 6-3, 7-6 pada Selasa (26/5/2026) dan mendepak Donna Vekic 7-6, 6-4.
Selain performanya di lapangan, penampilan fesyen mantan petenis nomor satu dunia itu juga mencuri perhatian publik. Osaka memasuki arena menggunakan pakaian luar berupa korset hitam dan rok lipit panjang rancangan desainer Swiss Kevin Germanier sebelum membuka lapisan tersebut dan bertanding dengan gaun tenis keemasan dari Nike.
Gaun bernuansa emas dengan taburan payet berkilau tersebut diakui Osaka terinspirasi dari keindahan Menara Eiffel pada malam hari. Namun, pakaian mencolok itu sempat memicu kekhawatiran dari sang atlet dan menimbulkan sedikit ketegangan terkait penundaan pertandingan yang membuat lawannya frustrasi.
"Lucunya, kalian tahu kan bagaimana Menara Eiffel saat malam ketika lampunya berkilau? Saya merasa penampilan saya sedikit mirip seperti itu," ujar Naomi Osaka kepada BBC Sport.
Petenis yang menduduki peringkat 16 dunia versi WTA ini sempat cemas jika pantulan cahaya dari gaunnya memicu teguran keras dari pengadil pertandingan. Kendati demikian, ia tetap memanfaatkan momentum di turnamen besar sebagai sarana berekspresi sekaligus menghibur para penonton yang hadir.
"Setelah penampilannya di MET Gala yang luar biasa, penting untuk kembali tampil sama kuatnya di momen ini, memadukan couture dan olahraga," ujar Kevin Germanier kepada Vogue.
Germanier merancang busana tersebut menggunakan material dari pakaian lama Osaka. Gaya dramatis ini melengkapi eksplorasi mode Osaka sebelumnya yang sempat mengenakan kostum bertema ubur-ubur pada ajang Australia Terbuka.
"Ini sangat couture. Anda tahu Menara Eiffel saat malam hari yang berkilau, saya merasa sedikit seperti itu," kata Naomi Osaka.
Eksplorasi gaya di lapangan diakui sebagai medium komunikasi bagi Osaka yang cenderung tertutup dalam kesehariannya. Ibu dari satu anak ini kembali aktif di tur profesional sejak 2024 setelah sempat mengambil masa jeda melahirkan.
"Atlet juga bagian dari bisnis hiburan. Momen masuk ke lapangan Grand Slam adalah satu-satunya saat saya merasa seperti entertainer," ujar Naomi Osaka.
Menjelang laga berikutnya, Osaka memberikan pujian tinggi atas lonjakan performa yang ditunjukkan oleh Jovic. Petenis Amerika Serikat berusia 18 tahun tersebut melaju ke babak ketiga setelah menundangkan Alexandra Eala dan Emma Navarro.
"I'm a pretty logical person and I like to think things th..." kata Iva Jovic.
Jovic yang baru menjalani tahun keduanya di sirkuit profesional mengakui dirinya masih terus menyesuaikan diri dengan jadwal kompetisi yang padat. Di sisi lain, Osaka mengaku sangat antusias karena ini menjadi pertemuan resmi pertama mereka setelah beberapa peluang tanding sebelumnya selalu kandas.
"Honestly, I don’t know much about her. I’ve seen her play a little bit in passing, but I haven’t sat down and watched a full match. But I’m really impressed by her. She’s gotten here very quickly - although obviously it’s been years of hard work for her," tutur Naomi Osaka.
Osaka menambahkan bahwa ia sempat mengamati permainan Jovic saat menghadapi Jasmine Paolini di Australia Terbuka awal tahun ini. Pada turnamen tersebut, Jovic sukses mengejutkan publik dengan menembus babak perempat final Grand Slam pertamanya.
"I watched a little of her match against Jasmine Paolini at the Australian Open and she’s really, really good. I’m excited for the match because we’ve actually had a lot of chances to play each other before, but either she would lose in that round or I would lose in that round, so we never officially met. It’s cool that it’s finally happening here," kata Naomi Osaka.