Penyanyi Ndarboy Genk membagikan pengalaman menariknya saat menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Kasihan atau yang populer dikenal sebagai Sekolah Menengah Musik (SMM) Yogyakarta. Pelantun lagu Mendung Tanpo Udan ini mengaku keterampilan dan ilmu yang didapatkannya dari sekolah kejuruan tersebut sudah lebih dari cukup untuk membawanya langsung terjun ke dunia kerja, seperti dikutip dari Medcom.
Awalnya, pria bernama asli Helarius Daru Indrajaya ini sempat tidak berniat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan setelah lulus SMK. Namun, karena adanya dorongan dan tuntutan yang kuat dari pihak keluarga, ia akhirnya memutuskan untuk tetap kuliah.
Ndarboy kemudian memilih jurusan Pendidikan Seni Musik di Universitas Negeri Semarang (Unnes) sebagai tempatnya menimba ilmu. Menariknya, ia justru merasa materi kelas praktik di kampus terasa sangat mudah jika dibandingkan dengan pengalamannya semasa di SMK karena standar kelulusan praktik membaca notasi balok atau buku tugas bernama ‘Concone’ di kampusnya terbilang jauh berbeda.
“Di SMM itu ada namanya buku tugas praktik saya, lah. Buku tugas praktik saya itu namanya Concone. Itu kita harus baca notasi balok. Itu nomor 1 sampai nomor 50. Di SMM harus khatam itu,” kata Ndarboy saat wawancara di Kantor Media Group, Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.
Sementara di bangku perkuliahan, target yang harus dicapai oleh mahasiswa jauh lebih sedikit.
“Saya masuk ke Pendidikan Seni Musik di Unnes. Dari semester 1 sampai lulus itu cuma mereka harus bisa khatam itu maksimal 5 Concone. Saya merem loh di kuliahan. Saya di SMK udah sampai 50,” kata Ndarboy.
Perbedaan standar kurikulum yang sangat mencolok ini membuatnya merasa bisa menjalani kelas praktik perkuliahan dengan amat mudah. Ia bahkan berseloroh bahwa kemampuannya yang sudah sangat matang sempat membuat para dosen di kampus merasa segan kepadanya.
“Dosennya kalau saya masuk takut paling. Beneran nih, tanya istri gue,” kata Ndarboy sembari tertawa.
Ndarboy juga menceritakan bahwa di SMM, salah satu pelajaran favoritnya adalah IT Panggung, ketika ia belajar mengelola sound system, tata letak panggung, hingga lighting di balik layar pertunjukan. Ketertarikannya pada musik sendiri murni berasal dari keinginan pribadi sejak kecil karena nilai akademisnya di sekolah formal kurang memuaskan.
Orang tuanya yang berprofesi sebagai guru kemudian mengarahkannya ke SMM agar bakatnya terarah secara akademik. Meskipun memiliki latar belakang pendidikan guru, Ndarboy kini memilih jalan hidup sepenuhnya sebagai seorang musisi profesional.
Baginya, ilmu keguruan yang didapatkan dari kampus kini diterapkan secara mandiri di rumah.
“Jadi guru enggak? Enggak. Guru buat anak-anak saya,” kata Ndarboy.
Kisah perjalanan Ndarboy Genk ini menjadi bukti nyata bahwa jalur pendidikan vokasi seperti SMK mampu mencetak lulusan dengan kompetensi tinggi yang siap bersaing, bahkan memberikan fondasi akademik yang sangat kuat untuk jenjang yang lebih tinggi.